Uncategorized

Irjen Pol Zulkarnain, ” Polisi Nakal Akan Diberikan Bimbingan, Yang Prestasi Dapat Reward “

PALEMBANG, – Pelanggaran anggota Polri di jajaran Polda Sumsel mengalami peningkatan,  jika dibandingkan tahun sebelumnya. Ini dilatari dari moral anggota itu sendiri, yang dianggap sedikit ‘melenceng’ dari tugas dan tanggung jawabnya menjadi pengabdi negara.

“Tidak ada masalah dengan gaji yang di dapat sekarang, gaji Polri sudah besar, mau apa lagi. Saya tidak main-main, ditahun ini ada 24 anggota yang sudah kita PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) dan itu di upacarakan,” ujar Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Zulkarnain kepada sejumlah wartawan, Minggu (31/12) sore.

Masalah ‘melenceng’ dari tugas didominasi dari moral anggota itu sendiri. Oleh karena itu, kedepan jika ada yang melakukan pelanggaran lagi, akan kami berikan siraman dan pengajaran ditempat khusus.

“Kebanyakan kasusnya yang meninggalkan tugas atau disersi, sisanya baru melakukan pelanggaran pidana umum, narkoba dan etika,” paparnya.

Terhitung ditahun 2017 terjadi peningkatan pada anggota yang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Jika ditahun 2016 hanya 21 orang kini naik menjadi 24 orang, sedangkan anggota yang melakukan pelanggaran disersi menirun jika dibandingkan tahun 2017, ditahun lalu tercatat 613 orang, kini ditahun 2017 hanya 481 orang, terakhir catatan anggota yang melanggar kode etik ditahun ini menurun, ditahun 2106 mencapai 79 kasus sedangkan tahun 2017 hanya 70 kasus saja.

“Tercatat 14 ribu lebih anggota kita yang bertugas di wilayah Polda Sumatera Selatan ini. Kami akan terus lakukan evaluasi, mana yang nakal akan kami berikan bimbingan, sedangkan yang berprestasi akan kami berikan reward, seperti membrangkatkannya umroh, memudahkannya untuk sekolah atau hadiah lainnya, yang dapat menambah semangat anggota agar berlomba-lomba melakukan tugas sebaik mungkin,” tegasnya serius.

Puncaknya, Zulkarnain menungkapkan anggota yang melakukan pelanggaran pidana umum dan etika ditahun 2017 menurun, sedangkan yang tersandung narkoba meningkat.

“Anggota yang melanggar pidana umum ditahun 2016 mencapai 38 orang, kini turun menjadi 26 orang, lalu yang melanggar etika ditahun 2016 mencapai 79 orang dan kini turun menjadi 70 orang, terkecuali narkoba yang angkanya naik. Ditahun 2016 anggota yang tersandung narkoba hanya tiga orang, ditahun 2017 ini naik drastia menjadi 38 orang. Tentu ini menjadi perhatian saya,” tutupnya.(slf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button