Uncategorized

Rusak Perkebunan Pisang, Gerombolan Preman ‘Labrak’ Rumah Tukang Ojek

PALEMBANG,  – Hanya karena ditegur untuk tidak melakukan pengerusakan perkebunan pisang dan membakarnya diatas lahan milik Rusmawi Abdul (56), segerombolan preman ‘melabrak’ kediaman Ridwan (35) warga Jalan Soekarno Hatta Perumahan BSI Blok C No 04 RT 09 RW 05 Kelurahan Bukti Baru Kecamatan Ilir Barat I pada Senin (12/2) pukul 22.00 WIB.
“Ketika rombongan itu datang ke rumah, memang salah satunya masuk ke dalam. Dia mengunci pintu dari dalam saat saya membukakan pintu. Dengan nada sombong dia diperintahkan Mustar. Dengan meletakan sebilah pisau, dia menantang saya duel. Karena malam itu, istri dan anak saya, yang masih kecil-kecil membuntuti saya, akhirnya saya memutuskan untuk pergi melalui pintu belakang,” jelas buruh ojek ini ketika diwawancarai sejumlah wartawan.
Dikatakan ayah lima anak ini, semula dirinya terlibat pertengkaran mulut dengan orang suruhan Mustar, dimana melakukan pengerusakan kebun pisang dan pembakaran lahan diatas tanah pamannya, Rusmawi.
“Sebelum kejadian ini, tepatnya seminggu sebelumnya, mereka (orang suruhan Mustar_red) datang dan merusak kebun pisang milik pamannya. Bukan hanya menebangi pohon pisang saja, tapi orang-orang suruhan tersebut juga membakarnya sehingga mengundang perhatian warga setempat,” tandasnya.
Ditambahkan Rusmawi, orang suruhan tersebut menyebut nama Mustar sebagai sebagai pemimpinnya, mereka hanya bertugas melakukan apa yang diperintahkan sang bos.
 “Saat saya tanya, dia bilang hanya kerja atas perintah Mustar. Mereka sempat menyarankan untuk bertemu langsung dengan sang bos, sementara Mustar sendiri selalu pulang malam dan sampai sekarang tidak ada itikad baik menemui saya.
Dampak dari pengerusakan dan pembakaran lahan itu, warga setempat merasa kesal dan mengejar orang-orang suruhan Mustar,” tutur pemilik tanah yang kerap disapa pak Mawi.
Dari kejadian tersebut, sejumlah barang milik orang suruhan Mustar tertinggal dan barang-barang tersebut sudah diserahkan ke Polsek Ilir Barat I Palembang.
“Sepeda motor, tas pinggang, sepucuk senpi airsoftgun colt, tiga butir gottri, pukul besi, dompet dan surat-surat penting atas nama Rio Anggara Marfaung. Seminggu setelah kejadian ini, ya itu.. mereka mendatangi rumah anak saya dan mengancam keselamatan kami semua,” tegasnya.
Ditekankan Mawi, dirinya menuding Mustar karena jelas-jelas orang yang merusak kebunnya yang sudah dikuasai sejak 28 tahun yang lalu itu, tidak satupun mengenali pemilik lahan.
“Saya dengar Mustar ini sudah membeli tanah dari seseorang, dia mengumbar omongan sudah banyak uang terbuang, namun saya tidak pernah tahu apa dasarnya. Sementara, saya sejak dulu sudah mengantongi sertifikat tanah tersebut. Nah, lihat saja diatas tanah saya itu sudah dipatoki kayu bercat merah. Tak hanya itu, dia juga berniat memagarnya. Saya berharap agar pihak kepolisian khususnya polsek Ilir Barat I dapat memecahkan masalah ini. Karena kami takut akan bertambah parah, jika pihak kepolisian tidak segera mengambil tindakan,” tambah Mawi. (selfy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button