Ogan Ilir

Pengrusakan Kapel Di Rantau Alai, Masyarakat di Minta Tenang Dan Tidak Terprovokasi

Indralaya,–  Kapel Santo Zakaria, di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang baru di renovasi dan diresmikan , Minggu (4/3) oleh Uskup Palembang, telah dirusak sekelompok orang tidak dikenal pada Kamis, 8 Maret 2018.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari , Saat itu sekelompok orang yang berboncengan menggunakan tiga buah sepeda motor datang ke lokasi kapel. Kemudian langsung mendobrak serta menghancurkan pintu depan kapel dan jendela secara membabi buta. Tak hanya itu, kursi di dalam rumah ibadah itu dirusak dan sempat di bakar.

Menurut salah satu saksi , Petrus (35) yang juga merupakan salah satu  umat di kapel tersebut, menceritakan Kronologis kejadian, pelaku masuk ke gereja dengan cara memecahkan dinding pintu depan dengan palu dan melepaskan daun jendela.

Kemudian pelaku memecahkan kaca dengan batu kali, menumpukkan kursi plastik dan patung Bunda Maria di tengah ruangan dan membakarnya bebernya.

“Setelah melakukan aksi perusakan dan pembakaran itu, pelaku melarikan diri dan masyarakat sekitar gereja setelah mengetahui aksi tersebut langsung ke TKP membantu menyiram api, sehingga kebakaran besar bisa dihindari,” katanya.

Kejadian itu sendiri baru dilaporkan ke Polsek Rantau Alai sekitar pukul 05:40 wib oleh masyarkat  dan saat ini Polisi masih memburu enam orang terduga pelaku perusakan gereja di Dusun 3, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan tersebut.

Kepala SPK Polsek Rantau Alai, Aiptu Sahil Arsyad mengatakan, pihaknya saat ini berupaya melakukan penyelidikan dan mengungkap identitas para terduga pelaku.

“saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi serta barang bukti terkait pengrusakan itu, berdasarkan petunjuk lapangan diharapkan dapat segera terungkap pelakunya dan dilakukan pengejaran untuk di proses sesuai denhan ketentuan hukum” ujarnya.

Adapun barang bukti yang di amankan berupa satu buah palu besar, dua buah batu kali, satu buah daun jendela dan satu unit kursi yang rusak, Kepala SPK Rantau Alai Aiptu Sahil Arsyad menambahkan agar masyarakat Tetap tenang dan tidak terprovokasi

“saat ini pemerintah dan pihak yang berwajib sedang menangani masalah ini , agar hal serupa tidak terjadi di tempat lain kita Satukan hati dalam doa untuk keteguhan iman dengan tetap menjaga kewaspadaannya di daerahnya masing-masing, pungkasnya.(ern)

Related Articles

15 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button