Politik

Tim Advokasi HD-MY: Sosialisasi Asian Games yang Manfaatkan Untuk Kepentingan Pilkada

PALEMBANG,The8news.com — Tim Advokasi HD-MY dalam konfrensi persnya mengatakan ada Dugaan pelanggaran pilkada Gubernur 2018-2023 pada masa dua bulan ini ungkap tim advikasi HD-MY di rumah tamu jalan sumpah pemuda ,kamis (26/04).

Dhaby K Gumayra Sh.Mh mengatakan keinginan kita dan seluruh masyarakat sumsel pastinya ingin pemilu ini Dijalankan secara jujur adil dan demokratis, dan pelaksanaan pilkada ini juga berbarengan dengan event besar yaitu Penyelenggaraan Asian Games tapi sangat disayangkannya hal ini  dimanfaatkan oleh Calon lain, yang mana pada pilkada kali ini diikuti oleh anak kandung dari Gubernur Sumsel  ,ungkapnya.
“Dari bulan januari kami melihat sosialisasi dimanfaatkannya ada 30 sesi event sosialisasi Asian Games dari petani sampai advokasi juga alumni Haji Umroh terakhir LGBT yang mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ” katanya
Tim Advokasi HD-MY menambahkan ada Dua saksi yang mendengar dan melihat langsung bahkan saat pulangnya diberi kain sarung saat kegiatan sosialisasi Asian Games di bulan januari ,tetapi saat  melapor dan laporan diterima panwaslu Dhaby mengatakan bahwa laporannya tidak bisa di proses bawaslu ungkapnya.

Hal lain yang sangat di sayangkan sambung Dhaby, ketika Paslon HDMY di laporkan kepada Bawaslu Sumsel atas pelanggaran dan langsung di lakukan pemanggilan, namun begitu pihak HDMY melaporkan yang bersangkutan dalam hal ini Gubernur Sumsel, tidak ditindaklanjuti.”Ini jelas ada kejanggalan, Paslon kami siap saja ketika dipanggil Bawaslu Sumsel, tapi kenapa giliran laporan terhadap Gubernur Sumsel yang anaknya mencalonkan diri juga menjadi Gubernur Sumsel perkara tidak dapat dilanjutkan bahkan tak ada Gubernur Sumsel itu di panggil atau mendatangi Bawaslu Sumsel” terangnya.

Ketika disinggung mengenai berbagai isu negatif melalui pemberitaan atau media sosial yang juga kerap menerpa Paslon HDMY, ditambahkan Alfarizi selaku ketua timedia center HDMY, pihaknya sudah biasa terhadap hal tersebut.” Memaninkan isu kampanye hitam bagi HDMY sudah biasa, namun kita kuat mempertahankan kebenaran,” ucap dia.

“Kami sangat malas atau enggan menanggapi isu isu kampungan alias murahan, karena sudah kenyang akan hal itu. Seperti contoh jika MY menggunakan ijazah palsu, itu sudah lama isu nya bahkan sudah inkrah dimata hukum. Yang benar saja, tidak mungkin MY pakai ijazah palsu, orang beliau telah menjabat sebagai Ketua DPRD kabupaten Ogan Ilir selama dua periode, dan sebagai Bupati Ogan ilir juga dua periode, jelas isu murahan itu” tutup Alfarizi. (ern)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button