Amanda Maida Lamhati , ” Perahu Tak Lagi Kutambatkan “

439
PALEMBANG,The8news.com —  “Perahu Tak Lagi Kutambatkan”,  merupakan puisi Karya Fir Azwar yang dalam banyak puisinya sering menggunakan nama lain Amanda Maida Lamhati, yang menurutnya merupakan penggalan dari kalimat “Aman Damai Dalam Hati”.
Sabtu, 27 Oktober 2018 bertempat di Auditorium RRI Palembang, Jalan Radio, 20 Ilir Kota Palembang, Fir Azwar akhirnya memperkenalkan secara resmi beberapa karyanya melalui sebuah pentas antologi dan album musikalisasi puisi,setelah perjalanan yang cukup panjang dalam menemukan satu dari sekian banyak karya yang telah ditorehkannya di atas kertas dalam bentuk puisi.
Rasa haru birupun tak bisa di sembunyikan oleh Fir Azwar saat di wawancai oleh beberapa awak media usai acara , Menurutnya para sahabatnya dari Dewan Kesenian Palembang (DKP) lah yang sebelumnya menawarkan untuk membukukan kumpulan puisi karyanya serta menjadikan musikalisasi sebagian puisinya, jelas Fir.
“Saya awalnya ditawarkan sahabat-sahabat dari DKP dan saya langsung setuju, akhirnya jadi seperti saat ini. Dari 500 lebih semua puisi saya tersebut, diambil 120 puisi yang dijadikan buku kumpulan puisi atau antologi puisi, dan lima nya menjadi lagu atau musikalisasi puisi, yaitu puisi menjadi lagu seperti Perahu Tak Lagi Kutambatkan,” bebernya.
Ditambahkan Fir Azwar bahwa sejak dulu, dirinya memang telah memiliki kegemaran menulis sebuah puisi.
“Sejak SMP saya memang sudah suka menulis puisi, hingga saat ini puisi saya telah berjumlah 500 lebih dan Judul puisi saya yang pertama tahun 1983 yaitu layang-layang,” ujarnya.
Fir Azwar juga tak lupa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua sahabatnya yang telah mendukung dan menyukseskan peluncuran Antologi Puisi karyanya.
Sementara,  , Iir Stoned Musisi asli Palembang yang menyanyikan musikalisasi puisi album ‘Perahu Tak Lagi Kutambatkan’ karya Amanda Maida Lamhati, mengungkapkan bahwa, dirinya memiliki kesulitan sendiri dalam menjadikan sebuah karya seni puisi menjadi sebuah karya musik (musikalisasi puisi).
“Sebenarnya berat juga, karena saya sendiri juga harus memahami dahulu makna dari puisi itu, karena kalau saya tidak memahami dahulu makna puisi itu, mungkin akan menjadi mengarang-ngarang,” jelasnya.
Pelantun lagu Ya salam tersebut juga mengungkapkan, lagu-lagu musikalisasi puisi tersebut sebelumnya sengaja diambil melalui intonasi puisi hingga kemudian terciptalah sebuah musikalisasi puisi. “Karena setiap kata-kata itu ada melodi, ada intonasi dan ketukan-ketukan. Jadi kita ambilnya dari situ,” ungkapnya.
Di tempat acara antusias dari ratusan penonton yang hadir, mulai dari masyarakat umum hingga para pelajar, guna ingin mengenal lebih dalam tentang puisi serta melihat lagsung kegiatan tersebut.
Salah satu siswa SMAN 10 mengatakan, sengaja datang karena ingin melihat langsung acara seni ini, ” apalagi yang tampil itu Kepala sekolah kita sendiri, kerenlah pokoknya,”cetusnya.
Jemmy Delvian, pentolan dari band Hutan Tropis, yang hadir pada acara tersebut sangat mengapresiasi karya-karya Fir Azwar, dalam pandangannya memiliki karakter tersendiri.
” Saya sudah membaca banyak puisi-puisi dari Fir Azwar, menurut saya sangat unik dan memiliki karakter tersendiri,serta sangat menginspirasi, pokoknya keren,” pukas Jemmy. (ern)
Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY