Akses Jalan Menuju SDN 27 Muara Enim Terputus

513
Muara Enim, the8news.com — Akses Jalan menuju Sekolah Dasar Negeri 27 Karang Raja Muara Enim terputus total, akibatnya Pelajar maupun masyarakat yang melewati jalan Bumi Perkemahan Transad kecamatan Muara Enim tersebut harus memutar arah sejauh satu kilo lebih.
“Pelajar sekolah negeri 27 yang akan berangkat sekolahpun harus pergi lebih awal karena jarak tempuh lebih  panjang,” ungkap Efendi salah satu warga Bumi perkemahan Transad, saat dibincangan The8news.com , Rabu (23/01) kemarin .
Dikatakannya, putusnya jalan tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, namun tidak separah yang sekarang. “Lah lamo rusaknyo , tapi sekarang ni yang parah, sampai putus jalan nyo, akibatnya anak kami yang nak sekolah jadi harus jalan kaki jaraknyo lebih kurang satu kilometer,” ujar
Dirinya juga menjelaskan, sejak dari awal jalan itu mengalami kerusakan hingga kini belum ada perhatian sama sekali dari pihak pemerintah, sehingga akhirnya jalan tersebut bertambah rusak dan parah, hingga saat ini putus tak bisa dilalui. Bebernya.
“Dak pernah ada perhatian pemerintah, dulu ado cuman datang be dak ado kegiatan apapun untuk memperbaiki jalan ini, sekarang lah rusak parah sampai putus cak ini,” ucapnya dengan bahasa khas.
Menurut pantauan the8news.com , jalan yang rusak parah tersebut terpaksa dilewati oleh masyarakat seperti harinya,  karena kalau memutar jaraknya sangat jauh dan berlumpur, salah satu siswa sekolah dasar negeri 27 berharap pemerintah dapat segera memperbaiki jalan tersebut.
“Kami setiap hari lewat sini, kalau mau jalan bagus harus mutar arah, dan jaraknya sangat jauh, sekitar satu kilo lebih, mana jalannya becek nian, itu kami tempuh lewat jalan kaki, kami minta pemerintah daerah agar bisa secepatnya memperbaiki jalan yang kami lewati untuk menimbah ilmu ini,” ujar Alfandri Reza, murid SDN 27 Muara Enim.
Sementara itu, guru yang mengajar di SDN 27 Muara Enim saat ditemui The8news juga  mengatakan sangat khawatir dengan kondisi anak-anak yang nekat melewati jalan itu, karena takut terjadi apa-apa.
“Kita takut sekali setiap kali melihat anak murid kita melintas lewat sini, karena apabila tidak lewat sini mereka harus mutar arah, jauh jaraknya, jadi sering telat mereka masuk sekolah,” ujar Fajrul. Untuk itu, lanjut Fajrul, mereka secara swadaya membuat jembatan darurat agar bisa dilewati oleh siswa.
“Kami dengan wali murid buat jembatan darurat, yo karena kasian dengan anak murid kami yang setiap hari harus mutar demi untuk sekolah,” tukasnya. (Danu)
Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY