Kemajuan Tekhnologi Dalam Menghadapi Society 5.0

28
Palembang;the8news.com
Menuju Era Modern, teknologi semakin berkembang pesat. Sejumlah masyarakat akan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Konsep teknologi masyarakat yang berpusat pada manusia dan berkolaborasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI)  dan Internet of Things (IoT) untuk menyelesaikan masalah sosial yang terintegrasi pada ruang dunia maya dan nyata.
Dalam hal teknologi, Universitas Sriwijaya Palembang melalui Fakultas Magister Management (MM) menggelar kegiatan Sriwijaya Economics, Accounting and Conference.
Tema yang diangkat, Society 5.0 For New Human – Centered Development : Opportunities and Challenges, berlokasi di Gedung Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Bukit Besar, Rabu (6/11/2019).
Hadir dan sebagai keynote speaker, Dr Agung Firman Sampurna,  Prof Zahirul Hoque PhD,  Prof A K Dey, Prof Dr Bernadette Robani, Prof Roszaini Haniffa PhD, Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Anis Saggaff.
Ketua BPK RI, Dr Agung Firman Sampurna mengatakan, kemajuan teknologi berdampak baik juga buruk. Dimana hal kesiapan menghadapi society 5.0, saat ini sudah masuk ke dalam masa society 4.0 Berbagai pekerjaan digantikan oleh mesin juga beberapa pekerjaan baru akan muncul.
” Kita mempersiapkan diri terutama kaum mahasiswa dan mahasiswi yang berperan aktif nantinya dalam society 5.0 harus memiliki pemahaman dalam hal informasi teknologi agar bisa memanfaatkan teknologi” beber Agung.
Agung menjelaskan, dengan teknologi informasi banyak yang didapatkan serta dirancang menjadi pengetahuan yang menciptakan lapangan pekerjaan. Ada juga masalah dimana beberapa pekerjaan akan digantikan mesin dan robot. Tetapi ada masalah sebagian pekerjaan Jusmen yang dimiliki oleh manusia yang tidak bisa digantikan oleh robot. Seperti Dokter mungkin robot bisa mengetahui sakit apa seseorang.
“Tentu saja robot tidak bisa memberikan tindakkan secara cepat seperti kebanyakkan dokter manusia, ada juga pekerjaan yang akan timbul dan sudah ada saat sekarang. Seperti pekerjaan analisis games yang tidak ada 10 sampai 20 tahun lalu,” jelasnya.
Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Anis Saggaff menambahkan, Perkuliahan tidak seperti dulu lagi. Kuliah bisa online ini menunjukkan teknologi dapat mempermudah pekerjaan. Berbagai referensi baik dari dan luar negeri semua mudah diakses. Jadi perkuliahan tidak semata Dosen menjelaskan mahsiswa mencatat tetapi lebih kepada diskusi.
Unsri juga bekerja sama dengan tempat dan dunia untuk berbagai bidang. Agar para mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmunya secara langsung. Jadi mahasiswa bisa langsung terjun mempraktekkan ilmunya.
” Mahasiswa harus memiliki pengetahuan tentang teknologi serta berwawasan luas, agar mahasiswa dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas dikemudian hari”pungkasnya.(Dn)
Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY