Sidang Terbuka Senat Unsri Bahas Antisipasi Pencemaran Lingkungan

40

Palembang,the8news.com
Sidang Terbuka Senat Universitas Sriwijaya Pengukuhan Guru Besar prof DR Dra Poedji Loekitowati Hariani M.Si Bidang Ilmu Kimia.
Dengan tema “Nano Magnetik:Tren Masa Depan Dalam Mengatasi Pencemaran Lingkungan” Yang digelar di Gedung serbaguan Pasca Sarjana Unsri JL Srijaya Negara Bukit Besar Palembang,(29 /11/2019).
Adapun yang menghadiri Sidang terbuka senat universitas sriwijaya Pengukuhan Guru Besar, Ka Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel, Ketua Senat Universitas Sriwijaya, Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Ir H. Anis Saggaff MSCE, Sekretaris Senat dan Anggota Senat Universitas Sriwijaya, Para Guru Besar juga Wakil Rektor L, ll, lll, lV Universitas Sriwijaya.
Prof DR Dra Poedji Loekitowati Hariani M.Si dalam pidatonya mengatakan”Sungguh kehormatan yang tiada terhingga bagi saya pada hari ini dapat menyampaikan pidato pengukuhan di hadapan bapak/ibu dan hadirin sekalian,atas pengangkatan saya dalam jabatan akademik sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Kimia pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya.
Beliau juga menerangkan tentang Revolusi Industri 4.0 merupakan harapan dan tantangan bagi Indonesia,khususnya pada sektor lingkungan hidup. Pengertian Industri 4.0 di sektor lingkungan hidup ialah di mana semua elemen meningkatkan dan berpihak pada daya lingkungan hidup.Esensi dari revolusi industri 4.0 ialah industri yang ramah lingkungan sesuai dengan Sustainable Developent Goals(SDGs).
Nano sains adalah ilmu yang mempelajari sifat sifat unik yang muncul ketika ukuran mendekati skala nanometer, sedangkan teknologi nano adalah ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional, maupun peranti dalam skala nanometer. Sebagai perbandingan, rambut manusia memiliki diameter 50.000 hingga 100.000 nm sehingga satu nanometer kira kira sama dengan sehelai rambut yang dibelah seratus ribu ( Klabunde and Ryan, 2009 ) tutupnya.
Dalam wawancaranya Poedji Loekitowati Hariani menjelaskan,” Dengan selesainya guru besar ini, saya sudah mencapai pada tingkatan pangkat tertinggi tetapi itu artinya belum selesai, saya masih punya tanggung jawab untuk mengembangkan penelitian, pendidikan untuk menjadi lebih baik lagi,” jelasnya
” Jadi kalau material kurang dari 100 nanometer kalau materialnya ukuran kecil sifatnya akan berbeda dengan ketika dalam keadaan biasa sehingga itu bisa digunakan untuk mengelola limbah cair baik limbah organik maupun anorganik tidak perlu penyaringan tapi karena ini material, ini bersifat nanomagnetik dalam sekejap kita bisa pisahkan setelah dia menyerap limbah dipisahkan dari larutan menggunakan mahnent permanent”bebernya
” Saya akan terus melakukan riset terutama yang lingkungan untuk mengembangkan beberapa teknologi karena di nanomagnetik masih banyak yang belum tergali, Jadi itu yang saya akan kembangkan  untuk mengelolah limbah yang ada disekitar wilayah Sumatera Selatan misalnya, Banyak industri seperti, industri songket, jumputan nah itu akan kita potensikan,” tambahnya
” Saya berharap kedepannya tetap akan konsisten terhadap permasalahan Lingkungan bagaimana upaya mengelola limbah demgan teknologi tinggi yaitu nanomagnetik itu akan tetap linden,” pungkasnya (Dn)
Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY