Uncategorized

Kerjasama BPS dan BRIN Mewujudkan Kesejahteraan Penduduk di Lingkungan Berkelanjutan

Palembang ,The8news.com | Kerjasama Badan Pusat Statistik (BPS) & Badan Riset Dan Inovasi Nasional (BRIN). Diseminasi hasil riset ” Pembangunan ekonomi hijau dan kondisi sosial demografi pendudukan Indonesia : Mewujudkan kesejahteraan penduduk di lingkungan berkelanjutan”, Bertempat Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (12/10/2022).

Dr. Agus Eko Nugroho SE M APPI Econ Selaku Kepala organisasi riset tata kelola pemerintah, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Brin mengatakan, Praktik ekonomi hijau yang kami identifikasi di 34 provinsi di Indonesia tidak hanya di sektor pertanian saja tetapi banyak juga di sektor lainnya.

“Selain sektor pertanian juga ada di sektor limbah kemudian sektor energi, sektor kehutanan dan industri. Jadi memang riset ini ingin mengkaji atau menggali lebih dalam lagi praktik ekonomi hijau yang ada di 34 provinsi tersebut,”Ujarnya.

Selama ini ekonomi hijau lebih dikenal dengan teknologi yang canggih, tetapi setelah kami melakukan riset ada praktik-praktik ekonomi hijau yang sudah berlangsung di masyarakat terutama yang memiliki kearifan lokalnya sendiri

“Dalam praktek ekonomi hijau tersebut mungkin ada beberapa yang unik,  beberapa masyarakat tidak memahami bahwa itu ekonomi hijau sesungguhnya ada kearifan lokal, itu menjaga lingkungan mereka dengan menghasilkan nilai ekonomi juga,”Ucapnya.

Agus menjelaskan, Terkait sektor  tambang ada kasus misalnya di wilayah Sumatera di Bangka Belitung mungkin tadinya itu bekas usaha tambang timah kemudian ditanami mangrove oleh masyarakat sekitar untuk bisa menghasilkan nilai ekonomi lagi dari segi pariwisata.

“Bekas tambang tersebut mereka olah kembali untuk mereka tanami mangrove, juga bisa mengantisipasi mitigasi bencana, menjadi sesuatu hal yang menghasilkan dari nilai ekonomi yaitu pariwisata, menjadi lebih indah, menjadi tempat wisata baru di Bangka Belitung,”Terangnya.

“Usaha tambang tentu dari sisi lingkungan seringkali menimbulkan permasalahan, Sesuai dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam Paris agreement agar kita berupaya untuk mengurangi gas rumah kaca di 5 sektor tersebut,”Tandasnya.

Sari Seftiani Selaku Koordinator kajian kualitatif demografi long form / peneliti pusat riset kependudukan menambahkan, Riset ini memang penting tidak hanya berupa tulisan akademis atau tulisan ilmiah yang biasa kami lakukan dalam peneliti tetapi juga kami mengeluarkan polusi paper.

“Naskah kebijakan yang bisa menjadi basis penyusunan kebijakan di level pemerintah, jadi kami bisa menghasilkan sebuah data berdasarkan hasil riset. Ini kerjasama dengan Badan Pusat statistik, kami memperoleh data-data statistik untuk memperkuat hasil-hasil kualitatif,”Bebernya.

Lanjut Sari menuturkan, Kami menawarkan naskah kebijakan yang berbasis data valid dan juga riset yang kredibel untuk membantu pemerintah dalam hal penyusunan kebijakannya, tujuannya untuk bagaimana naskah kebijakan ini bisa kami sounding ke pemerintah dan stakeholder.

“Di dalam masyarakat Indonesia sudah ada praktek ekonomi hijau, sebenarnya itu sudah berlangsung lama. Dan jika ini dioptimalkan bisa saja promising,  ibaratnya sebagai usaha pemerintah dalam hal ini penurunan emisi gas rumah kaca tersebut,”Tuturnya.

Naskah kebijakan itu pada level pusat tapi di riset dari 34 provinsi, pastinya ada rekomendasi dari para pemangku kepentingan. Setelah diseminasi kami mencari masukan dari opd-opd, tamu undangan yang hadir baik dari akademisi maupun dari pemerintahan untuk semakin menguatkan hasil riset.

“Kami perkuat lagi dari masukan yang ada, akan kami sampaikan lagi kepemerintah daerah. penelitian kami berdasarkan susunan dan tulisan di kertas kerja yang mewakili dari masing masing provinsi,”Ungkapnya

“Kami harapkan dari proses diseminasi selesai akan menjadi PR berikutnya,  bagaimana hasil riset kami bisa mengajak pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan bebasis data riset dan data statistik yang valid,”pungkasnya (niken)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button