NewsPalembangPendidikan

KIP Dikeluarkan Kemendikbud Bukan Dinas Pendidikan

Palembang, The8news.com – Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan segera diberikan kepada Siswa yang kurang mampu agar mereka bisa merneruskan Sekolah.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Hasodo Alpian Spd Msi didampingi oleh Stap Seksi Kesiswaan Nopi Artariksa Spd Msi menyampaikan program KIP mulai dari pengajuan awal itu dari sekolah dimana siswa penerima harus benar benar layak dan memiliki kartu PKH.

“Karena bagi pemegang kartu PKH itu sah diakui oleh negara mereka wajib dibantu, untuk pendataan melalui data Dinsos. Jadi pihak sekolah memferifikasi data yang masuk setelah diferifikasi bahwa benar anak tersebut pemegang kartu PKH”, jelas Nopi Saat di wawancarai awawk media di ruang kerja Kabid SMP, Selasa¬† (02/03)

Lanjut Nopi juga mengatakan, untuk siswa diluar pemegang kartu PKH pihak sekolah juga bisa mempasilitasi untuk mengentri ke DAPODIK dan mengusulkan kepusat untuk siswa yang memiliki kelainan fisik, gaji orang tua siswa tidak memenuhi syarat UMR, serta anak yatim/piatu.

“Setelah dientri oleh pihak sekolah untuk diusulkan melalui Aplikasi Dapodik kemudian Aplikasi Dapodik memadankan data dengan data Dinsos Melalui data PKH, ketika cocok akan diterbitkan SK yang kemudian dikirim ke Bank BRI penyalur, kesekolah, serta Kedisdik. Jadi pihak sekolah memangi siswa yang telah memiliki SK untuk mencairkan segera kepihak BRI,” ungkapnya.

Sepanjang Kuota Pusat masih belum tercukupi dengan Data PKH untuk siswa yang tidak memeiliki PKH juga bisa terakomodir untuk di SK kan untuk dicaikan Dana, selagi kuota pusat masih belum terpenuhi.

“Tetapi jika kuota pusat sudah terpenuhi maka yang akan di prioritaskan adalah pemegang kartu PKH. selain dari pihak sekolah ada juga yang memiliki kepentingan untuk bisa mengusulkan KIP diluar PKH yaitu DPR RI komisi X, mereka akan meminta kepada Kemendikbud atau kepihak sekolah secara langsung untuk data anak yang tidak mampu agar bisa melanjutkan sekolah,” tambah Nopi.

Bagi penerima KIP sendiri akan berubah, bukan berarti penerima KIP itu tetap. Karena data itu akan berubah setiap tahunnya menurut Dapodik.

“Dinas Pendidikan hanya mengusulkan apa yang diusulkan pihak sekolah untuk siswa penerima KIP. Bukan pihak dinas yang mengeluarkan KIP, yang mengeluarkan KIP itu pihak Kemendikbud”, tegas Nopi. (Dian)

Related Articles

25 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button