NewsPalembang

Oknum Guru SMPN 53 Palembang Ancam Wartawan

Palembang, The8news.com- Hal yang tak diinginkan terjadi pada salah satu wartawan lokal di Sumatra Selatan, hal itu terjadi ketika Wartawan Liputansumsel.com hendak mengonfirmasi terkait program internet yang diluncurkan oleh pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pendidikan di SMP Negeri (SMPN) 53 Palembang yang terletak di Jalan Sematang Borang, Komplek Sangkuriang.

Pasalnya, ketika hendak menghadap Kepala Sekolah SMPN 53 Palembang Mardalena SPd MSi, terlebih dahulu Armin selaku wartawan meminta izin kepada salah satu guru yang ada di dalam ruangan.

“Silahkan temui guru piket atau wakil yang ada di luar,” ujar salah satu guru di SMPN 35 Palembang.

Saat menuju tempat yang disebutkan, ternyata guru piket atau wakil yang dimaksud tidak ada.

Karena sudah merasa kenal dengan kepsek, Armin berniat ingin mengambil gambar guru yang sedang berfoto d itaman untuk dikirimkan kepada Kepala Sekolah bahwa dirinya sudah berada di SMP Negeri 53 Palembang dan ingin menghadap untuk mengonfirmasi terkait program internet di sekolah tersebut.

“Belum sempat mengambil gambar guru, datanglah Waka Humas yang menerima kunjungan dan mengajak duduk di ruang tamu serta bertanya maksud dan tujuan,” kata , Armin, Selasa (23/2).

Armin menjelaskan tiba-tiba oknum guru yang tidak diketahui namanya, tanpa bertanya terlebih dahulu oknum guru langsung melabrak dan meminta agar foto mereka dihapus.

“Hapuslah foto kami itu, kagek kau beritake kami dak bener dan kau buat yang macem-macem,” tuduh oknum guru kepada Armin dengan memakai bahasa Palembang.

Oknum guru tersebut juga mengancam Armin.

“Jangan macem-macem awas be kau buat (berita) guru SMP Negeri 53 idak ngajar. Awas be kau, kucari kau dan kau dak tau siapo aku,”, ancam oknum guru kepada wartawan Liputansumsel.com ini.

Armin mengaku berulang kali ia menjelaskan kepada oknum guru SMP Negeri 53 bahwa apa yang diminta dan dituduhkan tidak benar.

“Betul Bu, sebelumnya saya tadi ingin mengambil gambar para guru, dikarenakan tidak ada pihak sekolah yang menerima tamu. Dan gambar itu pun rencananya akan dikirimkan kepada kepala sekolah agar kepala sekolah mengetahui bahwa saya sudah ada di SMPN 53. Tetapi, itu tidak terjadi dikarenakan Waka Humas sudah ada, dan silahkan cek handphone saya,” ucap Armin mengulangi kata-katanya kepada oknum guru tersebut.

Armin mengeluhkan meskipun sudah dijelaskan berulang kali namun sikap yang terkesan arogan oknum guru SMP Negeri 53 Palembang tetap menuduh dirinya.

“Kau ambil foto aku dan itu melanggar Hak Asasi Manusia( HAM), dan kau belum tahu siapa aku,” ucap Armin menirukan ucapan oknum guru.

Melihat oknum guru seperti semakin garang, dan tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan maka saya (Armin) menelpon Kadisdik Kota Palembang Ahmad Zulinto dengan menggunakan video call agar emosi oknum guru mereda.

“Alhamdulillah Kadisdik Kota Palembang merespon dengan mengangkat telpon dan oknum guru meninggalkan saya bersama Waka Humas,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi melaui pesan singkat Whatsapp, Kepala SMP Negeri 53 Palembang mengatakan dirinya meminta maaf berhalangan hadir ke SMPN 35.

“Nah sayang nian Ibu lagi ada urusan tadi ke 38. Mohon maaf yo bukan disengaja. Sekali lagi ibu sebagai yang dituakan di SMP Negeri 53 mohon maaf, mungkin guru itu tadi la kecapekan karena tadi ibu ngajak mereka untuk membersihkan lapangan,” tutup Mardalena.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari pihak terkait. (Dian)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button