Palembang

Halwani : Titik Ikat Tidak Ditemukan

PALEMBANG,  – Bergulirnya kasus menguasai tanah seluas 9490 m2 tanpa hak, milik Sakim Nanda Budisetiawan Homandala SH MM yang dilaporkan ke Polresta Palembang, dengan bukti laporan LPB/352/II/2017/SPKT/Tanggal 8 Febuari 2017 silam, diduga sengaja ditutupi pihak BPN Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, pengembalian batas tanah yang berlokasi di Kelurahan Sukamaju, tidak bisa dilakukan karena tidak memenuhi syarat.
“Tidak ada yang kami tutupi. Kami hanya butuh waktu untuk melakukan koordinasi dengan pimpinan. Kita sudah laksanakan tugas kita sebagaimana mestinya. Dengan membentuk tim dan cek lapangan. Hasilnya, selalu kami paparkan ke pimpinan. Menurut saran dan petunjuk beliau juga, pengembalian batas tidak dapat diwujudkan dikarenakan titik ikatnya tidak ditemukan, sehingga tidak dapat memenuhi syarat dan pengembalian batas,” papar Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Masalah Tanah BPN Provinsi Sumatera Selatan, Halwani SH MM kepada sejumlah wartawan, Selasa (27/3) sore.
Disinggung lebih rinci mengenai persyaratan yang tidak terpenuhi sehingga menghambat pengembalian batas dan proses penyelidikan, Halwani enggan menjabarkannya.
“Masalah ini tidak bisa kami jelaskan lebih rinci, karena ini merupakan intern kami,” ungkapnya, sembari menambahkan pihaknya akan kembali menyurati BPN Kota.
Seperti diberitakan sebelumnya, hingga saat ini penyidik reskrim Unit Harta Benda (Harda) Polresta Palembang, masih terus melengkapi berkas perkara menguasai tanah tanpa hak yang diduga dilakukan Nang Ali Solihin dan Gani Mahasim atas lokasi tanah yang berlokasi di Kelurahan Sukamaju, sebelumnya dilaporkan Sakim Nanda Budisetiawan Homandala SH MM ke Polresta Palembang, dengan bukti laporan LPB/352/II/2017/SPKT/Tanggal 8 Febuari 2017. (*ern)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button