oleh

Lakukan Asusila terhadap Anak, EN Lapor ZR ke Polres

ZR Bantah Dugaan Asusila terhadap Putrinya

Tulang Bawang, The8News.com –  Menurut EN, kronologis peristiwa yang menimpa putrinya itu berawal dari pengakuan korban pada tanggal 12 Desember 2020 karena korban melihat surat gugatan cerai orang tuanya di ada di group Whatsapp keluarga. Kepada ibunya, korban mengatakan bahwa dirinya kerap mendapat perlakuan tidak senonoh oleh ayahnya itu sejak tahun 2016 silam hingga tahun 2019 lalu.

“Apa yang ummi (ibu) lihat tahun 2017 itu benar adanya, bahkan itu sudah terjadi sejak 2016 hingga 2019,” ungkap EN menirukan bahasa korban.

EN juga menyampaikan bahwa terhadap perbuatan itu dirinya telah melaporkan terduga pelaku ZR ke Polres Tulang Bawang dengan STTLP/B-340/XII/2020/LPG/RES/TUBA tertanggal 15 Desember 2020.

Dia berharap kepada aparat penegak hukum di Polres Tulang Bawang agar dapat segera memroses laporan tersebut, hal ini dikarenakan dirinya merasa takut terjadi sesuatu baik kepada dirinya ataupun putrinya. Karena menurutnya terduga pelaku pernah menelpon salah keluarganya dengan mengatakan

“Apabila laporan ini tidak dicabut maka akan ada pertumbahan darah” imbuhnya.

Atas ancaman itu, EN merasa khawatir terhadap keselamatan dirinya dan putrinya.

“Agar sekiranya masalah ini dapat diproses dan pelaku segera ditangkap. Karena, saya merasa terancam. bahwasanya pelaku pernah menelpon keluarga kami apabila laporan itu tidak dicabut maka akan ada pertumpahan darah,” tutupnya.

Hal berbeda datang dari ZR, Ketika ditemui di kediamannya, Jum’at, (8/1/2021) terlapor ZR membantah perihal dugaan perbuatan asusila terhadap putri kandungnya itu. Dirinya juga mengatakan bahwa permasalahan ini muncul setelah dirinya menggugat cerai EN di Pengadilan Agama Tulang Bawang pada tanggal 10 Desember 2020 lalu. ZR juga menuding bahwa ini hanya upaya EN untuk menunda perceraian.

“Ini fitnah. Untuk saya yang isinya dia gak mau cerai, bagaimana dia berupaya supaya perceraian ini gagal,” ungkapnya.

Sementara terkait ancaman yang ditujukan kepada salah satu keluarga ER dia juga membantah.

“Ini fitnah besar lagi, ini adalah opsi-opsi karena kebencian tadi karena tidak terima dicerai, ngancam apa saya gak pernah ngancaman apa-apa, ketemu aja gak pernah, nelpon aja gak pernah saya,” tegasnya.

ZR juga berharap, persoalan ini segera selesai dengan baik, karena ini merupakan takdir, bertemu dengan cara baik, berpisah (bercerai) dengan cara baik pula. Dia juga menyerahkan segala sesuatunya kepada penegak hukum.

Ketika ditanya, apakah dirinya pernah dipanggil oleh penegak hukum, ZR mengatakan “nggak” katanya. (Yadi)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed