oleh

Rafli Achmad Menyia-nyiakan Kesempatan Berharga yang Diberikan Presiden RI

Jakarta, PosKita.id – Kalau Gisel dan pasangannya telah memberikan contoh yang diakui tidak baik bagi warganet dan anak-anak remaja Indonesia yang menyuguhkan video porno yang beredar secara masif di media sosial dimana pada saat ini perkaranya juga sedang ditangani oleh Polda Metrojaya dengan perintah wajib lapor Senin dan Kamis setiap minggunya, kembali kita dihebohkan Rafli Achmad yang berprofesi sebagai seorang entertainer dengan videonya yang tidak mendidik.

Diduga banyak orang Rafli Achmad melanggar Protokol Kesehatan (Protokes) Covid-19 yang beredar dan menjadi polemik serta viral di media sosial (medsos) selepas Rafli Achmad menerima vaksin bersama Bapak Presiden Joko Widodo Istana negara.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan sekalipun oleh Polda Metrojaya tidak menemukan pelanggaran terhadap Protokol Covid 19, namun apa yang dilakukan oleh Rafli Achmad sesungguhnya tak pantas dilakukannya apalagi videonya sempat beredar di Media Sosial sangat masif dan menjadi perhatian banyak nitizen.

“Sungguh disayangkan, Rafli Achmad tidak meghargai dan menghormati kesempatan luarbiasa yang diberikan negara melalui kebijakan Presiden Republik Indonesia kepadanya untuk memberikan contoh tauladan kepada rakyat Indonedia khususnya kalangan selebritas dan anal remaja Indonesia dalam pemberian vaksin Covid 19,” kata Arist.

Menurutnya, adalah keberuntungan bagi Rafli Achmad tetpilih bersama Presiden Indonesia, Joko Widodo sebagai anggota masyarakat yang pertama yang ditunjuk mendapat kesempatan menerima vaksin Covid-19.

Ini adalah kesempatan luar biasa yang belum tentu dimiliki orang lain.

Arist mengatakan seyogianyalah kesempatan itu seharusnya dijadikan Rafli Achmad sebagai contoh dikalangan selebritas dan anak Indonesia dalam sosialisasi vaknisasi untuk melawan Covid 19, namun justru disia-siakan oleh Rafli Achmad dengan mengumbar foto tanpa menggunakan masker, menjaga jarak dan kerumuman di media sosial sekalipun menurut Rafli, beliau dan kawan-kawannya dalam posisi makan di rumah orangtua sahabatnya selepas Rafli Achmad mendapat vaksin dari petugas medis yang dimulai pertama sekali oleh bapak Presiden.

Menurutnya, Rafli Acmad yang diberikan Tuhan talenta untuk menjadi seorang entertainer kaya raya dan telah dipilih oleh Presiden Republk Indonesia menjadi ikon untuk program vaksinasi dikalangan selebritas dan anak remaja Indonesia, namun celakanya Rafli Achmad menyianyiakan kesempatan yang berharga itu serta mencederai kepercayaan dan kesempatan yang diberikan bapak presiden kepadanya.

“Perlu Rafli Achmad ingat, bahwa kesempatan yang berharga itu belum tentu diberikan untuk kedua kalinya,” kata Ketua Komnas Perlindungan Anak.

Lebih jauh Arist menjelaskan bahwa sudah begitu banyak para aktivis perlindungan Anak yang telah memberi hidupnya berbuat dan bersusah payah tanpa pamri menyelamatkan dan melakukan pembelaan terhadap anak-anak di Indonesia untuk mendapat kessmpatan bertemu dengan bapak presiden namun tidak mendapat kesempatan seperti yang diberikan presiden kepada Rafli Acmad, sementara para aktivis dan pegiat perlindungan anakdan anggota masyarakat lainnya yang bekerja bertahun-tahun tanpa pamri tidak diberikan akses untuk bertemu dan berdialog dengan presiden sekalipun untuk menyampaikan berita tentang kondisi anak di Indonesia.

“Dari peristiwa yang egois ini, saya selaku Ketua Umum KOMNAS Perlindungan Anak menghimbau kepada semua rakyat dan secara khusus anak-anak di Indonesia jangan mengititasi prilaku dari seorang Rafli Acmad sekalipun oleh Polda Metrojaya tidak ditemukan melanggar hukum, namun demikian akting seorang rapi tidak patit ditiru,” ujar Arist Merdeka Sirait , Rabu (20/1).

Lebih lanjut Arist menyampaikan keprihatinannya, seringkali Rafli Acmad memamerkan kekayaan yang ada padanya kepada publik melalui kegiatan-kegiatan realitishownya diberbagai media, sekalipun anak-anak dengan kemiskinannya saat ini tengah berjuang melawan Covid-19, menjadi korban berbagai bencana seperi tanah longsor di Sumedang, gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan dan Bogor.

“Ayo kita tolong anak-anak yang tengah berjuang untuk hidup ditengah-tengah bencana maupun kekerasan terhadap anak saat ini terjadi di Indonesia. Saya hanya mengingatkan saja kepada semua orang, sadarlah bahwa semua harta dan kekayaan yang kita miliki itu tidak akan kita bawa dalam mati. Semua yang kita miliki itu adalah milik Tuhan baik nafas yang kita miliki sekarang,” tambah Arist.

Ia mengimbau agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan kepadamu melalui kebaikan bapak Presiden menjadi seorang entertainer kaya terkenal dan kaya raya.

“Adalah kewajiban kita menolong anak yang tak mampu membela dan menyelelamatkan dirinya. Berhentilah kita memamerkan kekayaan kita ditengah-tengah anak dan keluarganya yang sedang berjuang melawan serangan Covid-19 dan korban dari segala bentuk bencana alam dan kekerasan terhadap anak sekalipun harta kita itu berasal hasil keringat dan jeri paya kita. Mari kita berdoa untik ansk-anak korban bencana,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed