oleh

Mertua Tew@s Usai Makan Pindang Salai Buatan Menantu

Palembang, The8news.com – Pelaku pembunuhan dengan cara memberikan racun pada makanan Dewi Asmara (45) sempat menelpon pihak keluarga korban dan memberikan keterangan palsu.

Dewi yang merupakan warga Desa Lebung Itam, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir diamankan aparat kepolisian usai membunuh Noni (61) yang merupakan mertuanya sendiri.

Dikatakan Suharto (53) yang merupakan keponakan korban, tersangka sempat beberapa kali menghubunginya mengatakan bahwa korban sakit.

“Kemarin pagi dia nelpon aku pakai nomor suaminya. Bilang bahwa korban darah tingginya kumat sehingga pingsan,” kata Suharto.

Usai memberikan kabar tersebut, tersangka kembali menelpon Suharto dan mengabarkan bahwa korban sudah meninggal dunia sekira pukul 13.00 WIB.

Suharto tak sama sekali curiga atas kematian korban tersebut, mengingat korban juga diketahui sudah tua.

Namun, kecurigaan mulai terkuak saat Suharto mendengar kabar dari kepala desa tempat korban tinggal. Yang mana korban diduga kuat tewas akibat makanan yang diduga sengaja diracun oleh tersangka.

Keluarga korban langsung sepakat untuk dilakukan proses otopsi terhadap jenazah korban.

“Kami sangat berharap agar bisa diproses hukum sesuai dengan yang dilakukannya,” katanya.

Korban diketahui keracunan usai memakan pindang buatan tersangka yang diduga sudah dicampur racun.

Tak hanya korban, namun empat ekor kucing juga mengalami hal serupa usai mencicipi pindang tersebut.

“Kucingnya itu kejang-kejang terus mati makan pindang itu. Kabarnya ada 4 kucing yang mati. 3 bangkainya ditemukan, 1 lagi tidak,” kata Ahmad Hanafi salah satu petugas puskesmas setempat yang juga mendatangi RS Bhayangkara M Hasan.

Sementara itu, dokter forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang usai melakukan otopsi terhadap jenazah korban menyebut bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemui ditubuh korban.

“Namun di mulutnya terdapat buih – buih halus menandakan adanya dugaan diracuni. Selain itu juga jari korban juga sudah membiru dan bibirnya juga ada bintik-bintik merah,” kata dr Indra Nasution SpF.

Dikatakan dr Indra dilakukan otopsi terhadap jenazah korban ini untuk diambil sebagian organ dalam tubuhnya untuk kemudian dibawa ke laboratorium forensik Polda Sumsel untuk diperiksa.

“Kita belum dapat memastikan apakah meninggal disebabkan karena keracunan atau bukan, tapi dari mulutnya itu mengeluarkan bau menyengat dan mengarah kesana,” kata dr Indra. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed