Uncategorized

Diduga Kendaraan Tambang Milik PTBA Bikin “Macet”

MUARA ENIM,THE8NEWS.com |  Kendaraan HD Tambang diduga milik PT Bukit Asam mengakibatkan kemacetan di jalan lintas Muara Enim – Prabumulih sepanjang kurang lebih lima kilometer.
Hal tersebut diakibatkan adanya tiga kendaraan HD Sanyi SRT 95C dengan nopol profit masing-masing B 9708 XNZ, B 9084 XOZ dan B 2064 XAS melintas disiang hari.
Meski mendapat pengawalan dari pihak Satlantas Polda Metro Jaya dengan tujuan ke PT Bukit Asam, Kamis (13/10) pukul 10.00 WIB.tak urung membuat masyarakat yang melintas harus keluar dari bahu jalan, karena jalan habis dimakan oleh body kendaraan tambang tersebut. sehingga membuat para pengguna jalan menjadi kesal dan berang.
Kegaduhan mobilisasi angkutan tambang HD dijalan umum yang melintas di siang bolong, membuat Kepala Desa Tanjung Raman A Baqi dengan tegas dan berani menghentikan pengawalan alat berat di halaman parkir rumah makan.
“Ruas badan jalan sudah habis oleh kendaraan tambang tersebut sehingga menimbulkan kemacetan sepanjang lima kilo mater,” ujar Kepala Desa Tanjung Raman A Baqi
Bersama masyarakat dan perangkat desa lainnya dirinya mengatakan seharusnya kendaraan besar tersebut tidak melintas disiang hari ,karena ini mengganggu kenyamanan para pengguna jalan, karena di laksanakan siang hari,karena pernah kajadian ada yang terlindas, ungkapnya.
 “Jelas sangat membahayakan warga dan pengguna jalan. Sebelumnya mobil angkutan desa pernah terlindas mobil HD dan kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” tegas Baqi.
Lanjutnya, setahu dirinya kendaraan berat apalagi kendaran tambang tidak boleh melintas Sebab, kata dia, mobilitas masyarakat yang hendak bekerja, kekebun, mobil ambulan membawa menjadi terhambat.
Dirinya berharap kalau bisa jangan ada lagi kendaraan yang  melintas dijalan umum, dan pihak yang mempunyai kendaraan ada solusi lain.
“Harapannya kita minta jangan ada lagi kendaraan tambang melintas di jalan umum dan harus diangkut secara terpisah menjadi beberapa bagian rangkaian body kendaraan karena jalan ini milik bersama-sama dan punya hak masing-masing. Kepada pemangku kepentingan mobil kendaran berat tambang ini jangan di izinkan melintas lagi,” harapnya.
Sementara itu, salah satu anggota Satlantas Polda Metro Jaya Aiptu Sutisna, menjelaskan dirinya mendapat tugas pengawalan dari Jakarta menuju PT Bukit Asam. “Seharusnya sampai di lokasi ini (Pakiran rumah makan) pukul 02.00 WIB tapi dalam perjalanan terjadi kendala di perlintasan rel sehingga banyak waktu terbuang,” terangnya.
Sesampai di daerah Ujan Mas dan hari sudah pagi lanjutnya ,Maka diputuskan pakir di halaman rumah warga tetapi dilarang dan perjalanan dilanjutkan,setibanya di Desa Tanjung Raman, kata dia, terjadi kemacetan dan dicegat warga untuk tidak melintas di siang hari tuturnya.
 “Setelah kemacetan terurai, kita berhenti di halaman pakir rumah makan yang cukup luas,” ujarnya.
Manajer Humas PT BA Dayan Ningrat  ketika di konfirmasi awak media belum bisa berkomentar banyak. “Nanti di cek dulu di lapangan,” ujar singkat Dayan.(awang )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button