Uncategorized

POPSI Gelar Indonesian Palm Oil Smallholders Conference (IPOSC) & expo 2022.

Palembang ,The8news.com | Indonesian Palm Oil Smallholders Conference (IPOSC) &  Expo 2022, dengan tema ” Tantangan Dan Peluang Petani Sawit Menggapai Perkebunan Sawit Berkelanjutan” yang di gelar di Ballroom Hotel Aryatuda Palembang, Selasa (29/11/2022).

Perkumpulan Forum Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) adalah gabung dari organisasi petani sawit di Indonesia yang beranggotakan Apkasindo Perjuangan, Aspekpir, Japsbi dan SPKS. di bentuk dengan misi untuk memperkuat posisi petani sawit serta mendukung program pemerintah seperti percepatan ISPO dan PSR serta peningkatan SDM petani sawit. Anggota POPSI saat ini tersebar di 24 Provinsi.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Mawardi Yahya dalam sambutannya mengatakan, Tidak hanya persoalan produktivitas kelapa sawit rakyat tetapi juga menjamin benih-benih yang unggul, berkualitas dan bersertifikat serta menjaga konsistensi dalam hal kuantitas, kualitas dan kontinuitas.

“Pengetahuan dapat menyeimbangkan antara harga sawit dengan penyediaan pupuk dimana hal tersebut memberi peluang kepada para petani guna membantu meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan,” Ujarnya.

Mawardi Yahya berharap melalui hal ini dapat menjadi inisiatif komitmen yang berkelanjutan, memaknai kolaborasi antara stakeholder per-kelapa sawitan di pusat dan daerah untuk pembangunan kelapa sawit nasional.

Ketua Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) Pahala Sibuea menuturkan, bahwa harga sawit belum kompetitif dimana yang menjadi permasalahan harga pupuk setiap tahun naik.

“Bahkan pada tahun ini berubah harga, harga sawit petani sangat bobrok sekali bahkan saya turun ke lapangan ada yang harga Rp. 400 dari Rp.3000 sampai Rp. 4000 ada di lapangan,” Tuturnya.

Pahala menjelaskan, harga sawit mulai dari Rp. 2500 sampai Rp. 2800, namun Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp. 2000 sampai Rp. 2400. Pihaknya dalam hal ini memberikan edukasi dan pembinaan kepada petani untuk berkebun berkelanjutan melalui anggota asosiasi.

“Kita juga mengedukasi pada petani, bibit itu tidak bisa sembarangan harus sesuai dengan keadaannya,” Terangnya.

Analis PSP Ahli Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan H.Rudi Arpian menambahkan, Di lihat dari jumlahnya sendiri target 25% yang sudah di expor tahun 2025 harus sudah selesai.

“Artinya keuntungan sesudah expor sawit kita sudah berkelanjutan, jadi pembinaan dan ada usul dari sawit itu sudah jelas tidak meragukan konsumen luar negeri untuk membeli CPO kita,” Bebernya.

“Ini membuktikan bahwa sawit kita ramah lingkungan, kita tidak memperkejakan karyawan di bawah umur, kwalitas nya jelas, ini yang di harapkan pemerintah,” pungkasnya (niken)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button