Palembang

Lokasi Minyak Terbakar, 5 Tewas dan 4 Luka Berat

PALEMBANG, The8news.com – Ledakan dahsyat di sumur bor Sungai Dawas Parung Dusun V Srigunung Sungai Lilin Musi Banyuasin pada Minggu, 21 Juli 2024, memakan korban lima tewas dan empat orang lainnya luka berat.

Awalnya, saat ledakan terjadi, hanya diketahui empat orang saja yang tewas. Namun pada hari yang sama ditemukan lagi satu korban yang diketahui sudah tak bernyawa.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol A Rachmad Wibowo menjelaskan bahwa korban terjadi akibat kebocoran tutup valve sumur dan pipa saluran yang sengaja dirusak masyarakat untuk diambil tumpahan minyaknya.

“Saya katakan bahwa peristiwa terjadinya ledakan merupakan tragedi kemanusiaan. Sebab dari aktivitas ilegal yang digelutinya selama ini, berimbas pada sejumlah korban jiwa warga di kawasan itu,” jelas Kapolda , Senin (22/07/2024).

Menurut Rachmad Wibowo, karena sulitnya mencari penghasilan, membuat masyarakat di sana nekat melakukan kegiatan yang membahayakan jiwa mereka sendiri.

Sebelum ledakan terjadi, jelas Kapolda, warga berbondong-bondong datang ke lokasi bocornya tutup valve dan pipa. Mereka mengambil tumpahan minyak dengan cara memerasnya.

“Mereka itu tidak mengindahkan imbauan petugas agar mereka tidak melakukan aktivitasnya. Akibatnya keselamatan jiwa mereka tergadai,” ujar Kapolda.

Atas kejadian yang menelan korban jiwa tersebut, Kapolda telah mengerahkan para personalnya untuk menutup lokasi. “Mereka kita imbau agar warga segera ke luar dari lokasi. Ini sangat membahayakan warga. Kami sudah meminta SKK Migas membuat perimeter batas pengaman agar lokasi steril dan tak bisa dimasuki warga,” katanya.

Mantan Kapolda Jambi itu mengaku bahwa kendala yang dihadapi itu banyaknya akses pintu masuk ke lokasi. Sementara lokasi tanahnya licin berlumpur akibat genangan minyak mentah yang rawan terbakar.

Untuk mangatasi persoalan itu, perlu kerjasama dengan semua pihak, termasuk pemerintah setempat dan juga TNI.

“Dengan kerjasama itu kita bisa membongkar kilang minyak ilegal tersebut di samping membutuhkan biaya besar,” ujar Kapolda menutup perbincangan.

Laporan Anto Narasoma

Related Articles

Back to top button