Uncategorized

Enny : Kartini Saat ini Tidak Boleh Meninggalkan Kewajibannya

PALEMBANG, the8news.com —
Memaknai hari Kartini dijaman sekarang, tentu sangat dipengaruhi budaya. Budaya tempo dulu yang sarat penindasan, dipengaruhi iklim kolonialisme dan penjajahan secara militerisme, disatu sisi dan terlarangnya dunia publik bagi perempuan, Namun saat ini budaya kolonialisme berubah tidak lagi merupakan simbol penjajahan dan invasi, melainkan serangkaian nilai dan pemikiran yang menjajah jati diri perempuan hingga bangsanya sendiri. Demikian yang diungkapkan Dr Enny Agustina SE SH MHum MKes, CPL saat ditemui di kantornya, Minggu (21/4).
Berkaca dari Raden Ajeng Kartini, adalah simbol perjuangan Wanita Indonesia, lanjutnya. Beliau juga merupakan pelopor dari gerakan emansipasi Wanita. Dengan gigih membela dan memperjuangkan hak-hak kaum Wanita. Serta, beliau rela berdiri dipaling depan demi menyuarakan bahwa wanita berhak bebas dan terlepas dari belenggu kaum penjajah, serta wanita tak semestinya dijajah oleh kaum pria.
“Kebebasan wanita pada saat itu sangat dibatasi. Budaya patriarki sangat didewakan pada masa itu. Kedudukan dan derajat Wanita dianggap lebih rendah daripada Pria. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki kebebasan sebagaimana yang dimiliki oleh kaum pria. Baik itu kebebasan mengeyam pendidikan, kebebasan bekerja, kebebasan memiliki jabatan bahkan kebebasan atas pendapat. Semua hal tersebut tidak dimilik oleh kaum Wanita,” papar Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Kader Bangsa sekaligus Dosen Universitas Sjakyakirti ini.
Dikatakan Ibu satu anak ini yang juga merupakan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Amanda ini menjabarkan, perjuangan RA Kartini bertujuan agar Wanita lebih cakap dalam menjalankan kewajibannya. Bukan untuk membuat bahwa kaum Wanita merupakan saingan dari kaum Pria. Kartini tidak pernah mendorong kaum Wanita dalam meraih kebebasan dengan meninggalkan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Wanita. Sosok Kartini merupakan gambaran Wanita yang “haus” akan keseimbangan peran sosial- budaya dan agama.
“Emansipasi Wanita tidaklah mudah. Perjuangan kaum wanita dalam menyetarakan gender terkadang butuh pengorbanan yang besar. Seperti halnya yang dilakukan oleh Raden Ajeng Kartini. Kehidupan kaum Wanita saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Sebagai “Kartini masa kini” tentunya bukan hanya bisa menerangkan konsep dari emansipasi saja. Akan tetapi, spirit Kartini juga harus ditanamkan untuk selalu berprestasi dalam segala bidang tanpa melupakan fitrahnya sebagai seorang wanita,” tambahnya.
Diakhir perbincangan, Lawyer Advokat pengacara ini menambahkan, “Semoga dengan banyaknya perempuan yang berpendidikan tinggi mampu untuk berkarya, memimpin, dan masuk dalam deretan orang-orang berpengaruh baik nasional maupun internasional. Karena perempuan yang berpendidikan tinggi dan pintar akan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” tutupnya.(fhy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button