Uncategorized

Sejumlah Kontraktor Tuding Pihak BPKAD Main Mata

Empat Lawang, the8news.com — Sejumlah kontraktor di empat Lawang yang telah mengerjakan proyek tahun anggaran 2018, kini mulai resah. Lantaran sudah beberapa hari berjalan, bahkan sudah beberapa Minggu, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) belum juga dikeluarkan.
Meraka (kontraktor,red) mulai dari pagi sampai tengah malam malahan ada yang tidak pulang sama sekali, mereka dalam beberapa hari belakangan ini, sudah mendatangi kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan harapan keluarnya SP2D Perusahaan mereka.
Dari obrolan yang disampaikan sejumlah rekanan, di pihak dalam diduga adanya permainan dalam pengeluaran SP2D tersebut.Pasalnya tanggal berkas yang duluan masuk ternyata tidak keluar artinya tidak berdasarkan yang tercatat di agenda. Mereka bahkan menuding orang BPKAD ada deal deal khusus untuk mencairkan kegiatan itu.
“Kami curiga adanya permainan dan main mata dalam pengeluaran SP2D ini, karena ada yang baru masuk bisa keluar dan langsung cair, “bisik-bisik sejumlah rekanan di Kantor BPKAD. Beberapa waktu lalu.
Selain itu, pantauan wartawan dikalangan sebagian rekanan bagi yang punya kedekatan orang dalam, bisa leluasa masuk ke ruangan berkas dari pintu samping.
“Kalau seperti ini Kejadiannya, pakai saja sistem lobi. Karena sejauh yang saya tahu hampir 90 persen, sistem ini tidak berjalan, karena setahu saya siapa masuk SPM duluan, maka dia yang akan keluar duluan, tapi faktanya tidak sama sekali, “gerutu salah satu rekanan yang enggan menyebut namanya.
Sementara itu, plt Kaban BPKAD Hendra Lezi, menyampaikan, bahwa dana yang bersumber uang APBD memang sudah defisit hampir puluhan Milyar. Jadi yang mana pengajuan yang lebih penting dan diutamakan dulu kita cairkan.
“kita mengalami defisit anggaran, dari dana APBD memang sudah defisit, dana yang sudah ditrasnfer oleh pusat,” singkat.
Dari pantauan jelang siang tadi, kebanyakan dari kontraktor masih bertanya tanya apakah untuk mereka kebagian keluar atau tidak, karena kalau tidak dikeluarkan maka akan terjadi tunda bayar pada 2019 mendatang.(rk)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button