Palembang

Terkait Cagar Budaya, Aliansi Rakyat dan Advokat Peduli Cagar Budaya Akan Somasi Gubernur

 

PALEMBANG- Aliansi Rakyat dan Advokat peduli Cagar Budaya berniat akan melakukan somasi kepada Gubernur Sumsel, Sabtu (25/11), hal ini dijelaskan oleh Juru bicara Aliansi Rakyat dan Advokat Cagar Budaya, Andre Meiransyah pada konferensi pers di cafe 4sore, Jumat (24/11).

Menurut Andre, sudah tiga bulan proses penjarahan cagar budaya di Pasar Cinde yang masih terus berjalan dan kami ingin memberikan somasi kepada Gubernur Sumsel, karena dalam hal penjarahan ini Gubernur bertanggung jawab atas pengrusakan cagar budaya di Pasar Cinde jelas Andre.

Ia mengatakan dalam pandangan hukum kami, kasus cagar budaya pasar cinde  sudah 70% dirusak dan sejauh ini upaya yang dilakukan oleh rekan-rekan kita yang berupaya menentang pengrusakan cagar budaya pasar belum menemui solusi untuk menyelamatkan aset cagar budaya khususnya Pasar Cinde.

Saat ini kami akan menempuh jalur hukum, salah satunya kami akan melakukan somasi pertama pada Gubernur Sumsel dan PT Makna Bitung yang ikut bertanggung jawab akan cagar budaya ini tambahnya.

Dalam hal ini seharusnya Gubernur ikut melestarikan dan melindungi  cagar budaya tapi malah sebaliknya, dengan alasan rekapitulasi, sementara SK Walikota mengatakan Pasar Cinde merupakan cagar budaya yang harus di jaga dan di pelihara ini sangat bertentangan jelasnya.

Sementara itu PT Bayu Pratama yang saat ini sudah mendapat SK dari Walikota untuk menghentikan aktivitas pengrusakan pasar cinde tetapi hingga saat ini aktivitas pengrusakan pasar cinde masih terus berjalan.

Sementara itu, Safri Samsudin, menganggap ini sangat serius dan kita akan layangkan somasi ke Gubernur Sumsel yang dalam hal ini harus bertanggung jawab akan cagar budaya Pasar Cinde sesuai dengan Undang Undang NO 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

Dan kami akan melayangkan somasi kepada Pemprov Sumsel dalam kasus pasar cinde ini dengan beberapa point dan apabila dalam tempo waktu 3×24 jam somasi yang kita layangkan  belum ada respon atau tanggapan, maka kami akan membawa kasus ini ke ranah hukum perdata maupun  pidana dengan gugatan melawan hukum Undang undang cagar budaya tandasnya. (ern)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button