Muba, The8news.com – Sebagai bentuk tindak lanjut terhadap program vaksinasi sekaligus guna mendukung percepatan penanganan pandemi COVID-19, PTPN VII Unit Betung bersama Tim Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Lais melakukan vaksinasi kepada ratusan karyawan dalam wilayah Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (7/8).
Kegiatan vaksinasi Dosis I yang dilaksanakan di ruang Ratu PTPN VII Unit Betung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini dihadiri Camat Lais Demoon Hardian Eka Suza SSTP MSi, Kapolsek Lais AKP Herman Junaidi SH, Manajer PTPN VII Unit Betung Tri Sutanto SP, Asisten SDM & Umum Susongko, Kepala UPT Puskesmas Lais Leli Hefni SKM MKes, Ketua SPPN Cabang Unit PTPN VII Unit Betung Al Khusairi, Para Asisten, Mandor Besar dan Mandor PTPN VII Unit Betung.
Menurut Manajer PTPN VII Unit Betung Tri Sutanto SP didampingi Asisten SDM & Umum Susongko mengatakan, vaksinasi ini diikuti karyawan PTPN VII Unit Betung yang berasal dari Staf, Karyawan Tetap, Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) dan Out sourching (OS).
“Karyawan ini rata-rata menetap dan sebagai warga di Kabupaten Musi Banyuasin. Adapun tujuanya guna mencegah dan memutus rantai penyebaran wabah COVID-19 serta diharapkan dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immmunity terhadap COVID-19,” Jelas Tri Sutanto SP.
Tri Sutanto juga menjelaskan, awalnya jumlah karyawan yang dilibatkan sebanyak 340 orang, namun yang terealisi hari ini sebanyak 150 karyawan. “Nanti akan kita lanjutkan dan kita atur lagi jadwalnya,” Imbuhnya.
Sementara, Kepala UPT Puskesmas Lais Leli Hefni SKM MKes mengatakan, Pertama kali dilakukan swab antigen dan menunggu hasil 10-15 menit, setelah hasil negatif maka langsung dilakukan vaksin dan yang terkonfirmasi positif maka akan dilakukan isolasi mandiri.
Adapun vaksinasi di PTPN VII Unit Betung ini dosis kesatu dengan jenis vaksin Astra Zeneka dan jumlah vaksin yang dipersiapkan sebanyak 30vial.
“Vaksin yang diberikan jenis astrazeneca dosis pertama bagi masyarakat di sekitar PTPN 7 beserta karyawan,” Jelas Leli Hefni.
Masih menurut Leli, seharusnya jumlah karyawan yang tervaksin sebanyak 340 orang, namun terealisasi sebanyak 150 orang. Hal ini terkendala signal entri KTP dan kurang sinkron yang terdaftar sehingga saat registrasi dari awal sedikit memakan waktu.
“Selanjutnya nanti kita serahkan kepada Pak Manajer untuk menjadwalkan kembali, baik bagi masyarakat maupun karyawan yang belum tervaksin,” pungkasnya. (Wan)

