Meski Zona Kuning Warga Diimbau Tetap Disiplin Terapkan Prokes

Palembang, The8news.com

Warga Kota Palembang diimbau tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes), kendati kota palembang sudah berstatus zona kuning Covid-19.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah, mengatakan, dari 14 indikator BNPB, Palembang dinilai sudah membaik.

“Ya, saat ini kita berada di zona kuning dari sebelumnya zona orange. Artinya kondisi kita sudah semakin baik,” ujar Fauziah, Rabu (15/9/2021).

Dia menerangkan, kondisi membaik itu ditandai dengan tingkat kematian akibat Covid-19 menurun. Sebaliknya tingkat kesembuhan meningkat, dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) menurun.

“Per tanggal 5 September dari peta resiko BNPB kita Palembang dinyatakan zona kuning atau risiko rendah,” kata Fauziah.

Selain itu dari evaluasi harian peta risiko Kementerian Kesehatan, level PPKM Kota Palembang tingkat tiga. Di mana saat ini sedang diperpanjang sampai 20 September.

“Ini akan terus dievaluasi, di sektor hulu perlu dikuatkan penerapan 5 M. Karena kita semua yang menerapkan protokol kesehatan dengan baik, zona menurun menjadi kuning,” kata Fauziah.

Ini menunjukkan disiplin protokol kesehatan warga Palembang. Meski begitu, Fauziah meminta disiplin ini mesti lebih ditingkatkan lagi.

“Walaupun sudah divaksin, bukan berarti lengah dengan protokol kesehatan.”

Saat ini, per 10 September, kata Fauziah, yang sudah vaksin dosis satu sebanyak 37,82 persen atau 480.684 dan dosis dua 24,21 persen atau 306.389 orang.

“Kita juga terus mengupayakan agar mendapatkan stok vaksin lebih banyak. Setiap minggu kita dapat 20 ribu dosis dan kebanyakan memang diperuntukan untuk dosis dua,” kata Fauziah.

sementara itu,dimulainya pembelajaran  sekolah tatap muka, Kepala dinas Pendidikan Kota Palembang A.Zulinto mengatakan akan memantau seluruh sekolah di kota palembang baik dari pembagian kelas dan jadwal masuk serta yang utama adalah pembagian jarak antar siswa dengan penerapan prokes yang ketat.

“untuk pembelajaran tatap muka, kelas akan di bagi perminggunya,misalnya siswa kelas satu hari ini besok siswa kelas dua dan lusa siswa kelas tiga dan tempat duduknya berjarak serta menggunakan masker pastinya”,katanya.

Zulinto menambahkan pihak sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan handsanytizer juga alat pengukur suhu  dan untuk vaksin lanjut Zulinto ,siswa yang belum di vaksin pihaknya melalui sekolah masing-masing akan memberikan vaksin secara gratis .

“kita mewajibkan seluruh siswa untuk di vaksin bagi siswa yang belum di vaksin oleh keluarganya ,pihak sekolah akan mendata dan memberikan suntikan vaksin bagi siswa yang belum di vaksin,sementara tenaga pengajar sudah hampir 90 persen sudah melaksanakan suntik vaksin”bebernya.

salah satu siswa SMP Negeri 17 kota Palembang Chelsea saat di wawancarai mengatakan sangat gembira dengan adanya pembelajaran tatap muka.

“kangen sama kawan kawan dan guru,lagian kalau daring sepertinya kurang maksimal kami belajar walau sekarang belajarnya hanya dua kali seminggu dan jam nya juga tidak seperti dulu kami senenglah bisa belajar kembali di sekolah “,katanya.

Chelsea juga menambahkan selama setahun lebih belajar daring dan tidak keluar rumah dirinya merasa jenuh “tapi mau gimana lagi ,karena kami juga takut kena virus corona “,ucapnya.

menurutnya virus corona masih ada tapi kita harus tetap jaga kesehatan dengan mencuci tangan ,memakai masker dan menjaga jarak agar kita terhindar dari virus corona,imbuhnya(ern)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *