Hasil Lelang Lebak Lebung di Enam Desa Kec Lais Kembali Mengalami Penurunan

MUBA, The8news.com – Pelaksanaan lelang lebak lebung/ sungai di dalam wilayah Kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sudah mulai digelar, seperti yang terpantau di desa Tanjung Agung Timur, Tanjung Agung Barat, Tanjung Agung Utara dan desa Tanjung Agung Selatan, Rabu (22/11/23).

Hasil lelang lebak lebung di empat desa tersebut kembali mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, hal ini terjadi akibat iklim musim kemarau, sehingga ikan tidak banyak masuk sungai. Hal ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat para pengemin sungai.

Begitu juga hasil lelang lebak lebung atau sungai yang dilaksanakan di desa Epil dan Teluk , juga mengalami kemerosotan, terlebih lagi di desa Epil turun hingga 30% dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas PMD Muba Erdian Syahri melalui Sulaiman mengatakan
Kegiatan Lelang Lebak Lebung khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin merupakan salah satu kegiatan tradisi adat pelelangan mencari ikan di sungai, untuk itu kegiatan ini harus dilestarikan dan sekaligus menjaga biota sungai oleh masyarakat pengemin.

” kami Ingatkan, tolong para pengemis Sungai agar menjaga sungainya dengan baik. Dalam menangkap ikan kami minta tolong, jangan menggunakan racun dan setrum. Karena hal itu sudah diatur dalam Perda Nomor 14 Tahun 2005 tentang perlindungan ikan dalam Kabupaten Musi Banyuasin, ” jelas
Sulaiman mewakili Kepala Dinas PMD Muba, saat membuka lelang sekaligus memberikan arahan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan prosesi lelang di Desa Tanjung Agung Barat Kecamatan Lais.

Lanjutnya, berdasarkan perbup Nomor 72 Tahun 2022 tentang tata cara pelaksanaan lelang Lebak Lebung di desa atau kelurahan dalam wilayah kabupaten Muba hasil lelang Lebak Lebung kembali ke kas desa masing-masing dan 30% dari hasil lelang Lebak Lebung digunakan untuk menjaga ekosistem di sungai yang dilelang

Sementara, Camat Lais marsopi SKM MM mengatakan, lelang Lebak Lebung merupakan salah satu adat tradisi mencari ikan yang hingga saat ini dilestarikan oleh masyarakat di kecamatan lais yang patut dijaga dan dilestarikan.

Oleh karena itu, Marsopi berharap kepada masyarakat yang mengikuti prosesi lelang Lebak Lebung dan sungai ketika mengambil ikan di sungai agar tidak menggunakan racun atau putas dan disetrum

Marsopi juga menghimbau kepada para pengemin boleh bersaing harga demi untuk memenangkan lelang, tetapi kebersamaan dan kekeluargaan harus tetap dijaga.

“Hari ini kita berharap kepada pengemin agar tidak ragu-ragu dalam mengambil lelang boleh bersaing tetapi tetap menjaga persaudaraan. Mudah-mudahan rezeki para pengemin ke depan akan bertambah baik,” harapnya.

Selain itu, Camat Lais yang asli putra daerah Kecamatan Lais ini juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik antara pemerintah Desa dan masyarakat setempat sehingga membangun infrastruktur yang masuk di Desa Tanjung Agung Raya berjalan dengan aman dan lancar.

“Dengan pembangunan yang merata dan perkembangan yang signifikan, Insya Allah Tanjung ini menjadi Tanjung Agung Raya yang sejahtera,” pungkasnya Seraya mendapat aplaus warga pengemin

Adapun kegiatan lelang hari ini, Rabu (22/11) dimulai dari Desa Tanjung Agung Timur dengan jumlah objek lelang sebanyak 17 objek lelang dan 3 diantaranya kembali ke panitia, dilanjutkan ke Desa Tanjung Agung Barat Tanjung Agung Utara dan Desa Tanjung Agung Selatan yang dipusatkan di kantor Desa Tanjung Agung Barat. Kamis (23/11) di laksanakan di desa Epil dan Teluk.

Terpisah, Pemerintahan desa Epil dan Teluk kecamatan Lais, Kamis (23/11/23) juga melakdanakan lelang lebak lebung, di Masing-masing desa.

Kepala desa Epil Armedi saat di bincangi beberapa media mengatakan lelang lebak lebung tahun ini sangat sepi, hasil lelang lebak lebung tahun 2023 kembali mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yang mana pada tahun ini ikan tidak banyak masuk sungai di karena pengaruh iklim musim kemarau , sehingga sangat berdampak dengan ekonomi masyarakat .

Untuk hasil lelang nya di dua desa tersebut sama seperti dent desa lainnya, ” Mengalami penurunan”. Bahkan lelang lebak lebung di desa Epil mengalami penurunan hingga mencapai 30℅ dari tahun sebelumnya. Namun walau demikian, kita tetap bersyukur, pelaksanaan lelang lebak lebung berjalan dengan baik , penuh dengan kekeluargaan. Imbuhnya seraya berkata rejeki yang allah berikan tidak akan tertukar.

Post by wan