PALI , The8news.com – Suasana berbeda tampak di halaman SD Negeri 2 Tanah Abang pada Jumat pagi (22/9/2025). Anak-anak tampak antusias menyambut kedatangan tim dari Polsek Tanah Abang yang membawa ratusan paket makanan bergizi. Hari itu, bukan hanya soal belajar, tapi juga tentang bagaimana perhatian terhadap gizi mereka menjadi prioritas.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem katering mandiri kembali digulirkan oleh Polsek Tanah Abang. Kali ini, sebanyak 183 paket makanan khusus disalurkan untuk siswa kelas 1 hingga 3 di SDN 2 Tanah Abang—jumlah terbanyak dari total delapan titik distribusi di Kecamatan Tanah Abang.
Di tengah aktivitas pembagian, Kepala Sekolah SDN 2 Tanah Abang, Sumiati, S.Pd., tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Program seperti ini sangat membantu kami sebagai tenaga pendidik. Anak-anak lebih semangat belajar karena kebutuhan dasar mereka diperhatikan. Makanan bergizi seperti ini tentu sangat berpengaruh pada konsentrasi dan perkembangan mereka,” ujar Sumiati sambil mendampingi siswanya antre dengan tertib.
Sementara itu, Aria Sanjaya, S.A.P., Kepala SPPG Tanah Abang Utara, turut memantau proses distribusi. Baginya, program MBG bukan sekadar pembagian makanan—tapi bentuk nyata kolaborasi antara aparat dan masyarakat untuk masa depan generasi muda.
“Ini bukan hanya soal makan siang gratis. Ini adalah investasi jangka panjang. Kita ingin anak-anak kita tumbuh kuat, cerdas, dan punya semangat hidup sehat sejak dini,” kata Aria. Ia juga mengapresiasi Polsek Tanah Abang yang konsisten menggandeng lembaga pendidikan dan posyandu untuk menjangkau masyarakat paling dasar.
Program MBG hari itu juga menyentuh berbagai lembaga pendidikan usia dini dan posyandu, seperti TK Negeri Pembina, MI YPNH Tanah Abang, PAUD Kasih Ibu T.A.J., dan Posyandu Tanah Abang Selatan, dengan total paket yang disalurkan mencapai 512 paket makanan.
Kapolsek Tanah Abang, IPTU Arzuan, S.H., yang Kawal langsung kegiatan ini menekankan bahwa MBG merupakan wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan dan penguatan sumber daya manusia sejak usia dini.
“Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat dan kuat, karena mereka adalah masa depan bangsa,” tegasnya.
Hari itu bukan hanya sekadar distribusi makanan. Tapi juga pengingat, bahwa membangun negeri bisa dimulai dari menyuapi anak-anak kita dengan gizi yang layak dan perhatian Pemerintah.
Laporan, Helen

