Sumur Tua Medco, Menggerakkan Ekonomi, Menguatkan Desa

Oleh Nurul

Di tengah tantangan menjaga ketahanan energi nasional, keberadaan sumur-sumur tua migas di Sumatera Selatan ternyata masih menyimpan peran besar.
Melalui optimalisasi sumur eksisting dan peningkatan aktivitas hulu migas, PT Medco E&P Indonesia tidak hanya menjaga produksi energi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Di balik deru mesin dan aktivitas pengeboran, terdapat ribuan warga yang merasakan dampak positif dari keberlangsungan industri migas. Produksi yang tetap terjaga di wilayah kerja South Sumatra dan Corridor menjadi penopang pasokan gas bagi sejumlah industri strategis, termasuk PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) yang menerima pasokan sebesar 15 BBTUD (Billion British Thermal Units per Day), sedangkan lokasi PLN dan lainnya: Total pasokan gas dari Blok South Sumatra untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN, jaringan gas kota, serta industri lain mencapai 53,62 hingga 65 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) secara kumulatif.

Pasokan energi yang stabil tersebut berkontribusi menjaga aktivitas industri, mendukung pertumbuhan ekonomi regional, sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Namun manfaat yang dirasakan tidak berhenti pada sektor energi. Aktivitas operasi migas juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang menggerakkan roda perekonomian lokal. Mulai dari jasa transportasi, perhotelan, katering, hingga berbagai usaha pendukung lainnya ikut berkembang seiring meningkatnya kebutuhan operasional di lapangan.

Di desa-desa sekitar wilayah kerja, sejumlah kelompok tani dan pelaku UMKM binaan juga merasakan peningkatan pendapatan. Melalui program pemberdayaan dan penguatan rantai pasok lokal, pendapatan masyarakat meningkat hingga berkisar Rp2,7 juta sampai Rp3 juta per bulan.

Angka tersebut menjadi bukti bahwa industri migas mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan ketika dikelola secara berkelanjutan.

Selain itu, stabilitas produksi migas turut memberikan kontribusi penting bagi pemerintah daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) migas. Kabupaten Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), hingga Banyuasin memperoleh manfaat dari pendapatan tersebut yang kemudian dapat digunakan untuk mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik.

Berdasarkan data SKK Migas, tahun 2025, Pemkab Muba menerima Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp674 miliar, tertinggi di antara 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Komitmen Medco E&P terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program ini dirancang tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan membangun kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.

Di sektor ekonomi dan pertanian, masyarakat didorong mengembangkan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) organik, pertanian berbasis System of Rice Intensification (SRI) Organik, hingga penguatan UMKM yang bahkan berhasil meraih penghargaan tingkat nasional.

Pada bidang kesehatan, layanan kesehatan keliling hadir menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Bersama pemerintah daerah, Medco E&P juga memperkuat operasional Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Sementara di sektor pendidikan, berbagai bantuan beasiswa, pelatihan keterampilan bagi generasi muda, hingga peningkatan sarana dan prasarana sekolah menjadi investasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih unggul dan siap bersaing.

Tak kalah penting, pembangunan infrastruktur sosial seperti akses jalan desa, fasilitas air bersih, dan rumah ibadah turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih mudah, akses terhadap kebutuhan dasar semakin baik, dan aktivitas sosial keagamaan dapat berlangsung lebih nyaman.

Di tengah upaya meningkatkan produksi energi, perhatian terhadap lingkungan juga tetap menjadi prioritas. Edukasi pengelolaan sampah, penghijauan kawasan sekitar fasilitas operasi, hingga berbagai inisiatif pengurangan emisi karbon menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Kisah optimalisasi sumur tua di Sumatera Selatan pada akhirnya bukan hanya tentang mempertahankan produksi migas. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang bagaimana energi mampu menjadi penggerak pembangunan, membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan menghadirkan harapan baru bagi daerah-daerah yang tumbuh bersama industri migas.

Palembang, 15 Juni 2026
Post by WAN