Ribuan Massa Datangi Gedung DPRD Sumsel, Minta Program MBG Harus Dilanjutkan

# Emak-Emak Berteriak: Anak-Anak Sekolah Layak Dapatkan Makanan Bergizi Gratis

PALEMBANG, the8news.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat dukungan dari masyarakat. Ribuan massa dan emak-emak yang terlibat langsung di dapur MBG di Sumatera Selatan mengaku merasakan banyak manfaat dari program tersebut, baik bagi keluarga maupun perekonomian warga sekitar.

Dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG juga datang dari sejumlah elemen masyarakat di Sumatera Selatan.

Massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sumatera Selatan, Senin (23/6/2025).

Rika Damayanti, salah satu pekerja di Dapur MBG Kota Palembang, mengatakan program tersebut sangat membantu masyarakat kecil. Selain memberikan makanan bergizi bagi anak-anak, MBG juga membuka peluang kerja bagi ibu rumah tangga.

“Program ini sangat bagus. Kami bisa bekerja, membantu ekonomi keluarga, dan anak-anak juga mendapat makanan bergizi. Kami berharap MBG terus dilanjutkan,” ujar Rika, Senin (23/6/2026).

Hal senada disampaikan Sefriana, pekerja Dapur MBG di Prabumulih. Menurutnya, sejak adanya program MBG, banyak emak-emak yang memiliki kegiatan positif sekaligus tambahan penghasilan.

“Banyak manfaatnya bagi kami. Dulu hanya di rumah, sekarang bisa ikut bekerja di dapur MBG. Kami senang dan berharap program ini tetap berjalan,” kata Sefriana.

Tak hanya membantu para pekerja dapur, Program MBG juga dinilai memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil yang menjadi pemasok bahan makanan. Perputaran ekonomi warga pun ikut meningkat.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan serta meminta pemberantasan korupsi dalam pelaksanaannya.

Koordinator aksi, Arifin Kalender, mengatakan Program MBG merupakan program strategis nasional yang manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu kami meminta agar program ini tetap berlanjut dan tidak dihentikan,” kata Arifin saat menyampaikan orasinya di depan Gedung DPRD Sumsel.

Menurutnya, program tersebut telah menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari petani, peternak, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga penyedia jasa katering yang terlibat dalam rantai pasok Program MBG.

“Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Karena itu kami berharap pemerintah tetap melanjutkan program ini demi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam surat pernyataan sikap yang diserahkan kepada DPRD Sumsel, massa menyampaikan tiga tuntutan.
*Pertama, mendukung penuh keberlanjutan Program MBG. *Kedua, menolak segala upaya yang menghambat pelaksanaan program tersebut.
*Ketiga, mengawasi pelaksanaan program agar terhindar dari praktik korupsi, mark up anggaran maupun penyimpangan lainnya.

Menurut Arifin, keberlanjutan Program MBG penting untuk mendukung peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Kami juga meminta seluruh pihak mengawal program ini agar berjalan bersih, transparan, tepat sasaran dan bebas dari korupsi,” ujarnya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa kemudian diterima oleh anggota DPRD Sumsel untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Anggota DPRD Sumsel, Abdullah Taufik, yang menerima peserta aksi menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami menerima dan menghargai aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini. Seluruh tuntutan yang disampaikan akan kami teruskan kepada pihak terkait, termasuk ke tingkat pusat sesuai kewenangan yang ada,” kata Abdullah Taufik.

Ia menegaskan DPRD Sumsel terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi.

“Kami berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara damai dan konstruktif. DPRD akan menjalankan fungsi penyaluran aspirasi masyarakat sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki,” ujarnya.

Setelah menyerahkan surat tuntutan dan melakukan dialog dengan perwakilan DPRD Sumsel, massa membubarkan diri dengan tertib. (*)