Usulkan Pembangunan Gedung Unit Layanan Disabilitas, Wako Yota Balad Audiensi ke Kemendikdasmen RI

16 Juli 2026

Kominfo Kota Pariaman, Jakarta — Pemerintah Kota Pariaman melaksanakan audiensi dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (15/7/2026) dalam rangka penyampaian usulan pembangunan Gedung Unit Layanan Disabilitas (ULD).

 

Unit ini menjadi pusat layanan terpadu yang menangani berbagai permasalahan anak disabilitas, sekaligus menyediakan terapi untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Rombongan yang diketuai oleh Walikota Pariaman, Yota Balad didampingi Kepala Dinas Dikpora Kota Pariaman, Hertati Taher beserta jajaran dan Kepala Dinas PUPRP Kota Pariaman, Deki Asar beserta jajaran disambut langsung oleh Pejabat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Dr. Yaya Sutarya, M.Pd (Direktur Kursus dan Pelatihan), Yohana Rumanda, SE, M.Pd (Kasubdit Bina Kursus dan Pelatihan), Inne Rosalina, S.E, M.Si (Ketua Tim Kerja Program Prioritas), Yeni Pratiwi, SE (Penelaah Teknis Kebijakan) dan Iwan Aries, S.Kom (Pengolah data dan informasi).

 

Dalam pertemuan tersebut, Pemko Pariaman secara resmi menyampaikan proposal usulan pembangunan gedung ULD sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif yang berkeadilan dan tanpa diskriminasi sebagaimana yang tertuang pada Permendikbudristek Nomor 48 tahun 2023 yang menyatakan bahwa pemerintah daerah wajib menyediakan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas mulai dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Adapun besaran anggaran yang diajukan pada proposal ini sebesar Rp. 9.370.877.000,- yang terdiri dari gedung Utama ULD, aula dan ruang serbaguna ULD, area bermain outdoor serta pagar, parkir dan halaman.

 

Wako Yota Balad, menyampaikan bahwa keberadaan gedung ULD memiliki peran strategis dalam memberikan layanan terpadu bagi peserta didik berkebutuhan khusus, meliputi layanan asesmen, pendampingan, serta penguatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan.

 

“ Pemko Pariaman berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif. Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat terhadap usulan pembangunan gedung ULD ini ,” ujar wako.

 

Hal ini sesuai dengan visi misi walikota dan wakil walikota Pariaman yakni mewujudkan kehidupan masyarakat yang berbudaya dan berkualitas melalui Program Unggulan (Progul) Pendidikan Gratis dan Program Pariaman Sejahtera.

 

Dirinya berharap dengan adanya gedung ULD ini, kebutuhan penyandang disabilitas dapat terlayani dengan baik sehingga mereka memperoleh akses layanan yang lebih mudah, nyaman, dan setara ,” tukasnya.

 

Kepala Dikpora Kota Pariaman, Hertati Taher menambahkan bahwa kebutuhan terhadap layanan pendidikan inklusi di daerah terus mengalami peningkatan, sehingga diperlukan sarana dan prasarana yang representatif guna menunjang layanan yang optimal, terintegrasi, dan berkelanjutan.

 

Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan, Dr. Yaya Sutarya, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemko Pariaman dalam memperkuat layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Pihaknya akan menindaklanjuti usulan tersebut sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

 

Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan layanan pendidikan inklusif, khususnya melalui penyediaan fasilitas Unit Layanan Disabilitas di Kota Pariaman.

 

Pemko Pariaman optimis bahwa dengan dukungan berbagai pihak, upaya pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, dapat terwujud secara optimal.

Anas pilihan