PALEMBANG, The8news.com — Bagi pasangan suami istri yang telah lama menantikan kehadiran buah hati, dua garis pada alat tes kehamilan bukan sekadar tanda, melainkan buah dari perjuangan panjang, air mata dan harapan yang tak pernah padam. Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang merayakan pencapaian besar kelahiran bayi tabung ke-600, sejak klinik ini resmi berdiri pada 21 Januari 2021, Selasa (18/8/2026).
Perjalanan menuju angka 600 ini bukanlah perjalanan singkat. Dalam lima tahun terakhir, jumlah kelahiran dari program bayi tabung Blastula IVF terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan konsisten, dimulai dari 255 kelahiran pada awal tahun 2024, bertambah menjadi 300 kelahiran
pada April 2024, menembus 500 kelahiran pada September 2025 dan kini genap mencapai 600 kelahiran pada tahun 2026.
Yang tak kalah membanggakan, tingkat keberhasilan program bayi tabung di Blastula IVF konsisten berada di atas 68%, jauh melampaui rata-rata keberhasilan program IVF dunia yang berkisar di angka 35%, menjadikan Blastula IVF Center sebagai salah
satu klinik fertilitas dengan capaian tertinggi di Indonesia.
Capaian ini tidak lepas dari kepercayaan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru.
Pasien Blastula IVF tidak hanya berasal dari Palembang dan Sumatera Selatan, tetapi juga dari Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Medan, Pekanbaru, hingga Padang — bahkan tidak sedikit pasangan yang datang dari Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, hingga luar negeri untuk mempercayakan program kehamilan mereka di Palembang.
Kehadiran Blastula IVF menjawab kebutuhan nyata masyarakat di Pulau Sumatera yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh dan biaya besar ke Pulau Jawa atau bahkan ke luar negeri demi mendapatkan layanan bayi tabung yang berkualitas dan tepercaya.
Salah satu kisah yang mewarnai perjalanan menuju bayi ke-600 datang dari pasangan Fuhans dan Risnawati, asal Palembang, yang telah menantikan kehadiran buah hati selama 5 tahun.
Setelah melalui program bayi tabung di Blastula IVF, pasangan ini akhirnya dikaruniai bayi laki-laki pada tanggal 11 Agustus 2026.
Kisah ini menjadi satu dari ratusan cerita keberhasilan yang lahir dari sinergi antara ketekunan tim medis, teknologi dan keyakinan pasien untuk tidak menyerah pada harapan.
Chief Executive Officer Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Andry Sjamsu, EMBA., MARS., M.M., mengatakan, pencapaian 600 kelahiran ini adalah bukti nyata komitmen jangka panjang Siloam dalam menghadirkan layanan fertilitas yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya di Pulau Sumatera.
“Angka 600 bukan sekadar angka. Di baliknya ada 600 keluarga yang penantiannya berujung syukur dan ratusan lainnya yang masih berjuang bersama kami hari ini,” jelasnya.
Menurutnya, sejak awal berdiri, RS Siloam, komitmen menghadirkan layanan bayi tabung berstandar internasional tanpa mengharuskan masyarakat Sumatera pergi jauh ke Pulau Jawa atau ke luar negeri.
“Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa harapan untuk memiliki momongan kini semakin dekat dan semakin nyata,” ujarnya.
Hospital Director Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, S.Kep., M.M., FISQua, menambahkan, lima tahun perjalanan Blastula IVF adalah hasil dari sinergi erat antara klinisi, tim embriologi dan manajemen rumah sakit yang bekerja dengan satu tujuan, memberi harapan bagi mereka yang sedang menanti keturunan.
“Setiap tahun, rata-rata 100 bayi lahir dari program bayi tabung di Blastula IVF, dan setiap kelahiran adalah kisah perjuangan yang berbeda-beda. Kami percaya bahwa pelayanan ferilitas
bukan hanya soal teknologi dan angka keberhasilan, tetapi juga soal mendampingi pasien secara
utuh, baik secara medis maupun emosional, sejak konsultasi pertama hingga hari mereka menggendong buah hatinya. Di setiap dua garis yang muncul, ada keyakinan yang kami jaga
bersama pasien kami,” paparnya.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari inovasi teknologi yang terus dikembangkan tim medis Blastula
IVF, klinik ini menjadi salah satu pelopor penerapan teknologi metode blastula transfer, teknik IVF yang mentransfer embrio pada tahap perkembangan hari ke-5 hingga ke-6, saat embrio dinilai
memiliki potensi implantasi terbaik.
“Begitu ada teknologi terbaru, kami langsung aplikasikan. Kami tidak ingin pasien kami tertinggal dari perkembangan dunia fertilitas global,” ujar dr Aerul.
Dikatakannya, bayi ke-600 ini adalah bukti bahwa dengan teknologi yang tepat.
“Selain itu, tim medis yang berpengalaman dan doa yang tak pernah putus, keajaiban kehidupan dapat terwujud bagi pasangan yang telah lama menanti,” tutur dr M Aerul Chakra, Sp.OG-KFER, MIGS, salah satu dokter di Blastula IVF Siloam Sriwijaya.
Menyambut pencapaian bayi ke-600 ini, Blastula IVF Center RS Siloam Sriwijaya berkomitmen, untuk terus mengembangkan layanan, teknologi dan jangkauan edukasi kesuburan bagi
masyarakat, khususnya di Pulau Sumatera.
Bagi Siloam, setiap kelahiran bukan hanya pencapaian medis, tetapi juga simbol harapan yang terus dijaga bersama, bahwa di setiap penantian, ada keyakinan yang layak diperjuangkan.
PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) merupakan jaringan rumah sakit swasta terkemuka yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi di Indonesia. Berdiri sejak 1996, saat ini
Siloam mengelola dan mengoperasikan 41 rumah sakit. Terdiri dari 15 rumah sakit di kawasan Jabodetabek dan 26
rumah sakit yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Ambon.
Selain itu, grup RS Siloam juga mengoperasikan 75 unit Siloam Clinic untuk memaksimalkan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Berlandaskan kasih Ilahi, Siloam memiliki visi untuk menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas internasional yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Sejalan dengan itu, Siloam juga menjadi pilihan terpercaya dalam memaksimalkan layanan kesehatan holistik berkelas dunia serta
pendidikan dan riset kesehatan yang berkelanjutan.
Dengan didukung oleh tim medis yang terdiri lebih dari 2000 dokter umum dan spesialis, serta 10.000 perawat dan staf profesional, tim medis Siloam Hospitals bekerja tanpa henti untuk memberikan pelayanan terbaik, merawat hampir dua juta pasien setiap tahunnya di seluruh Indonesia.
Siloam merupakan pelopor akreditasi Joint Commission International (JCI) untuk rumah sakit di Indonesia.
JCI merupakan lembaga akreditasi internasional berpusat di Amerika Serikat yang fokus menetapkan standar tertinggi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Tahun 2025, Siloam meraih pengakuan internasional dari Newsweek sebagai salah satu dari World’s Most Trustworthy
Companies 2025. serta berhasil meraih Silver Medal dari EcoVadis dengan skor 71, meningkat 7 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian ini menempatkan Siloam dalam 15% perusahaan dengan kinerja ESG (Environment, Social and Governance) terbaik secara global, dari lebih dari 130.000 perusahaan yang dinilai EcoVadis.
Dalam industri Human Health Activities, Siloam menempati Top 3% perusahaan global —sebuah bukti konsistensi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Siloam juga mencatat kinerja unggul
pada setiap pilar penilaian, termasuk Top 5% untuk Environment, Top 10% untuk Labor & Human Rights, Top 12%
untuk Ethics dan Top 1% untuk Sustainable Procurement.
Pada tahun 2026, Siloam International Hospitals kembali memperoleh berbagai pengakuan internasional yang mempertegas kepemimpinannya dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar global.
Pada tahun 2026, Siloam International Hospitals kembali meraih empat penghargaan bergengsi pada ajang
Healthcare Asia Awards 2026, yaitu Hospital Group of the Year – Indonesia dan Service Delivery Innovation of the Year – Indonesia untuk Siloam International Hospitals, Specialty Hospital of the Year (Cardiology) – Indonesia untuk Siloam Heart Hospital; serta Medical Tourism Hospital of the Year – Indonesia untuk Bali International Medical Center (BIMC) Siloam Nusa Dua.
Keunggulan tersebut juga tercermin melalui pencapaian Magnet with Distinction oleh Siloam Hospitals Kebon Jeruk dan Siloam Hospitals Lippo Village. Dengan pencapaian ini, Siloam menjadi satu-satunya jaringan rumah sakit di Asia Tenggara yang memiliki lebih dari satu rumah sakit berpredikat Magnet.
Pengakuan internasional ini menegaskan konsistensi Siloam dalam menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi, inovatif, aman dan berstandar global, sekaligus memperkuat perannya sebagai pemimpin transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

