Dari Reses ke Ruang Pembinaan: Muhammad Yasin, STP Dorong 100 Gen Z Jadi Generasi Kritis dan Berintegritas
PARIAMAN 22 Agustus 2026 — Reses tidak selalu harus berhenti pada penyampaian aspirasi pembangunan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Muhammad Yasin, STP menghadirkan reses sebagai ruang pembinaan dan dialog bersama generasi muda melalui kegiatan “Let’s Talk Politik: Anak Muda Berpikir Kritis, Beraksi Positif Membangun Negeri.”
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 generasi muda yang tergabung dalam kesatuan OSIS tingkat SMA/SMK sederajat, baik dari Kabupaten Padang Pariaman maupun Kota Pariaman. Para pelajar tersebut diajak membuka wawasan tentang politik, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, integritas dan tantangan yang akan mereka hadapi sebagai generasi penerus.
Bagi Muhammad Yasin, STP, perhatian terhadap generasi muda bukan sekadar kegiatan seremonial. Masa depan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan hari ini.
Sebagai wakil rakyat, ia menilai pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian serius. Jalan, jembatan dan berbagai infrastruktur memang penting, tetapi semuanya membutuhkan manusia yang memiliki kemampuan, karakter dan integritas untuk mengelola serta melanjutkan pembangunan.
Dalam dialog tersebut, Muhammad Yasin, STP memberikan motivasi agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.
Berpikir kritis bukan berarti gemar menyalahkan. Berbeda pendapat bukan berarti bermusuhan. Kritik harus memiliki dasar, dan keberanian menyampaikan pendapat harus diikuti tanggung jawab serta kemampuan menawarkan solusi.
Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Generasi muda harus mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menggunakan media sosial sebagai ruang edukasi, kreativitas dan aksi positif.
Para peserta yang berasal dari berbagai OSIS sekolah juga memiliki posisi strategis. Organisasi siswa bukan sekadar tempat melaksanakan kegiatan sekolah, tetapi merupakan ruang awal untuk belajar kepemimpinan, membangun komunikasi, bekerja dalam tim, menyelesaikan perbedaan dan bertanggung jawab atas keputusan.
Karakter-karakter tersebut menjadi modal penting ketika mereka kelak terjun ke tengah masyarakat.
Yohanes Dorong Gen Z Siap Bersaing
Dalam kegiatan tersebut, Yohanes, politisi PKS, hadir sebagai pemateri. Ia memberikan motivasi agar generasi muda tidak takut menghadapi persaingan dan perubahan zaman.
Generasi muda didorong untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan dan berani memiliki cita-cita besar. Kemampuan yang dimiliki hendaknya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi mampu memberikan yang terbaik bagi orang tua, sekolah, masyarakat dan daerah, bahkan membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional.
Pembinaan generasi muda, menurut semangat yang dibangun dalam forum tersebut, tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik.
Kecerdasan harus berjalan bersama integritas. Keberanian harus berjalan bersama moral. Dan kemampuan harus dibarengi tanggung jawab.
Sebab, generasi yang hebat bukan hanya generasi yang mampu berbicara lantang, tetapi generasi yang mampu membuktikan gagasannya melalui tindakan nyata.
Politik Harus Menjadi Ruang Pendidikan
Momentum reses Muhammad Yasin, STP juga membawa pesan bahwa politik tidak semestinya hanya dipahami sebagai perebutan jabatan atau kekuasaan.
Politik dapat menjadi ruang pendidikan bagi masyarakat untuk memahami persoalan publik, menyampaikan aspirasi, mengawasi kebijakan dan ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, generasi muda tidak boleh hanya dijadikan objek politik ketika momentum politik tiba. Mereka harus dipersiapkan menjadi subjek yang memiliki pengetahuan, keberanian dan integritas untuk ikut menentukan masa depan.
Di sinilah reses memiliki makna yang lebih luas. Wakil rakyat tidak hanya hadir mendengar aspirasi, tetapi juga dapat membuka ruang pembinaan, edukasi dan dialog agar masyarakat—terutama generasi muda—semakin memahami hak, tanggung jawab dan perannya dalam kehidupan berbangsa.
Sekitar 100 pelajar yang hadir di Pariaman Tengah hari ini mungkin masih duduk di bangku sekolah. Namun beberapa tahun ke depan, mereka akan menjadi mahasiswa, profesional, pengusaha, akademisi, birokrat, aktivis, pemimpin organisasi maupun politisi.
Mereka adalah generasi yang nantinya akan mengambil keputusan dan menentukan arah daerah serta bangsa.
Karena itu, membina mereka hari ini bukan sekadar kegiatan reses. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan.
Dari Pariaman Tengah, 22 Agustus 2026, pesan tersebut menjadi jelas: generasi muda harus berani berpikir kritis, mampu memilah informasi, santun dalam perbedaan, kuat dalam integritas, kokoh dalam moral dan berani mengubah gagasan menjadi aksi positif.
Mereka tidak cukup hanya diwarisi negeri. Mereka harus dipersiapkan untuk mengelola, menjaga dan membangun negeri.
Dan dari ruang pembinaan seperti inilah, harapan itu mulai ditanam: Gen Z bukan sekadar generasi penerus, tetapi generasi yang mulai menentukan masa depan sejak hari ini.
Anas pilihan

