PALEMBANG – Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Ir. H. Akhmad Bastari, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., membuka sekaligus menjadi narasumber Diskusi Publik PASA Festival 5.0 dengan tema “Reaktualisasi Peran Strategis Mahasiswa dalam Mengawal Kebijakan Publik Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Pascasarjana Kampus Bukit Besar Palembang, Universitas Sriwijaya, Sabtu (29/8/2026), dan diikuti sekitar 250 peserta yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi.
Diskusi publik ini menghadirkan empat narasumber yang memiliki latar belakang dan kompetensi di bidangnya masing-masing, yakni Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., Dosen FISIP Universitas Sriwijaya Khairunnas, S.IP., M.I.Pol., Wakil Ketua DPRD Kota Palembang M. Hidayat, SE., M.Si., serta Ketua BEM FISIP Universitas Sriwijaya Dimas Satrio Widagdo.
Dalam pemaparannya, Akhmad Bastari menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik, terutama melalui penguatan kapasitas intelektual, kemampuan berpikir kritis, serta keterlibatan aktif dalam berbagai persoalan sosial dan pembangunan.
Mahasiswa dinilai tidak hanya memiliki posisi sebagai kelompok akademik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang dapat memberikan kontribusi pemikiran terhadap proses pembangunan dan penyusunan kebijakan publik. Peran tersebut perlu diarahkan secara konstruktif dengan mengedepankan kajian akademik, data, etika, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, menuju Indonesia Emas 2045 dibutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan memiliki kesempatan besar untuk mengambil peran dalam pembangunan melalui berbagai gagasan dan inovasi.
Diskusi publik PASA Festival 5.0 menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kebijakan publik sekaligus membangun kemampuan dalam memahami isu-isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PASA Festival 5.0, Suci Pratiwi, menjelaskan bahwa PASA Festival merupakan agenda tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan tahun kelima. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kemampuan akademik maupun nonakademik mahasiswa.
Selain diskusi publik, rangkaian PASA Festival 5.0 juga diisi dengan berbagai perlombaan kemahasiswaan yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kemampuan berkompetisi, serta memperluas jejaring antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Panel diskusi yang digelar dalam festival tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap berbagai isu kebijakan publik yang relevan dengan kondisi saat ini. Kegiatan juga menjadi sarana bertukar gagasan antara mahasiswa, akademisi, legislatif, dan pemerintah.
Dengan melibatkan sekitar 250 peserta dari sejumlah kampus, PASA Festival 5.0 diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan publik.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam lingkungan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat serta pembangunan daerah dan nasional menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.**

