Oleh: Sisnayati, Desfitrina, Muhammad Faizal (Tim Pelaksana PKM Universitas Tamansiswa Palembang)
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Namun, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lahan basah dan gambut, memperoleh air dengan kualitas yang baik bukan selalu perkara mudah. Air gambut umumnya memiliki warna cokelat kemerahan, tingkat keasaman yang relatif tinggi, serta mengandung bahan organik dan sejumlah zat terlarut sehingga memerlukan proses pengolahan sebelum digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Permasalahan tersebut mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tamansiswa Palembang menerapkan teknologi pengolahan air di Desa Panca Desa dengan melibatkan Karang Taruna Desa Panca Desa sebagai mitra. Program ini mengusung konsep pemberdayaan masyarakat melalui penerapan Low Cost Ceramic Membrane (LCCM) berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) untuk membantu pengolahan air gambut menjadi air dengan kualitas yang lebih baik.
Teknologi ini memanfaatkan TKKS, yaitu biomassa yang dihasilkan dari aktivitas industri kelapa sawit. Bahan tersebut dapat diolah menjadi material pendukung dalam pembuatan membran keramik. Pemanfaatan biomassa lokal memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan nilai guna sumber daya lokal dan mendukung pengembangan teknologi pengolahan air yang relatif sederhana, ekonomis, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Dalam kegiatan ini, tim memasang prototipe sistem pengolahan air yang terdiri atas tangki penampungan, pompa, unit filtrasi, media penyaring, housing filter, jaringan perpipaan, membran keramik, dan unit pengolahan lanjutan. Air baku dialirkan secara bertahap melewati rangkaian tersebut sehingga berbagai pengotor dapat dikurangi sebelum air ditampung sebagai hasil pengolahan.
Hasil pengoperasian awal menunjukkan perubahan fisik air yang dapat diamati secara langsung. Air baku yang semula berwarna dan relatif keruh menjadi lebih jernih setelah melewati tahapan pengolahan. Program pengabdian ini menghasilkan dua kelompok air hasil pengolahan, yaitu air bersih dengan kapasitas 15.000 L/hari dan air hasil pengolahan lanjutan yang ditujukan untuk kebutuhan air minum kapasitas 2.000 L/hari.
Meskipun secara visual air menunjukkan peningkatan kejernihan, tim pengabdian tidak hanya mengandalkan pengamatan tersebut. Sampel air bersih dan air hasil pengolahan lanjutan dianalisa di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang (BLKM Palembang). Hasil laboratorium menjadi dasar objektif untuk menilai kualitas air dan kesesuaiannya dengan persyaratan yang berlaku. Hasil analisa menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas air ditinjau dari parameter bau, pH, kekeruhan, warna, padatan terlarut, kandungan Fe dan Mn.
Teknologi Dikelola Bersama Masyarakat
Program ini tidak sekadar memasang peralatan pengolahan air. Bagian penting dari kegiatan terletak pada pemberdayaan Karang Taruna sebagai mitra dalam pengelolaan teknologi di tingkat masyarakat. Anggota Karang Taruna dan masyarakat mendapatkan sosialisasi mengenai kualitas air, prinsip kerja sistem, fungsi setiap komponen, cara pengoperasian, serta pemeliharaan unit.
Keterlibatan generasi muda desa menjadi penting karena keberlanjutan teknologi sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengelolanya. Karang Taruna diharapkan dapat berperan dalam pengoperasian, pengawasan, pemeliharaan fasilitas, sekaligus menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan air yang layak dan menjaga lingkungan.
Menghubungkan Teknologi, Lingkungan dan Pemberdayaan
Penerapan membran keramik berbasis TKKS menunjukkan bahwa sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Biomassa kelapa sawit tidak hanya dipandang sebagai residu, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi material bernilai guna dalam teknologi pengolahan air.
Ke depan, evaluasi kualitas air dan kinerja sistem akan dilanjutkan. Pendampingan terhadap Karang Taruna juga terus dilakukan untuk meningkatkan kemandirian dalam pengoperasian dan pemeliharaan unit. Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat, inovasi berbasis sumber daya lokal ini diharapkan dapat mendukung pelayanan air yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Panca Desa.
Apresiasi dan Dukungan
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia atas dukungan pendanaan melalui Program Skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026, berdasarkan Kontrak Induk Nomor 205/C3/DT.05.00/PM/2026. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam terlaksananya penerapan teknologi, pemberdayaan Karang Taruna, serta upaya peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat Desa Panca Desa. (**)
Palembang 17 Agustus 2026

