Hari Guru, Presiden Prabowo Berikan Apresiasi Kepada Koko Triantoro dan Dua Guru Inspiratif

# Presiden Prabowo Berikan Apresiasi pada Koko Triantoro dan Dua Guru Inspiratif di Peringatan Hari Guru Nasional ke-80

MURATARA The8news.com— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi khusus kepada tiga guru inspiratif Indonesia dalam peringatan Hari Guru Nasional ke-80 yang digelar di Arena Gelora Bung Karno senayan Jakarta pada Jumat, 28 November 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, komitmen, dan kontribusi mereka dalam menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa.

Dalam acara yang juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa guru adalah ujung tombak kemajuan bangsa. Karena itu, negara wajib memberikan apresiasi kepada para pendidik yang telah menunjukkan inovasi dan pengabdian luar biasa.

Penganugerahan ini sebagai komitmen pemerintah untuk terus memberdayakan guru-guru terbaik Indonesia, terutama mereka yang bekerja di garis terdepan pendidikan nasional. Melalui kerja keras para pendidik, Presiden Prabowo berharap kualitas pendidikan Indonesia semakin merata hingga ke pelosok negeri.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Koko Triantoro, Kepala SDN Embacang Lama,Kabupaten Musi Rawas Utara(Muratara)Provinsi Sumatera Selatan. Selama lebih dari 10 tahun, Koko mengabdikan diri di wilayah 3T melalui program Zero Literacy di 25 sekolah dengan metode calistung grade yang terbukti meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa.

“Alhamdulillah, saya dinobatkan menjadi salah satu guru terbaik di wilayah 3T Indonesia melalui program Zero Literacy. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujar Koko Triantoro saat ditemui wartawan, Sabtu (29/11/2025).

Penghargaan juga diberikan kepada Umi Salamah, Kepala BKBM Banyumas, yang membuka rumah pribadinya sebagai pusat belajar bagi masyarakat yang terhalang akses pendidikan formal. Di tempat ini, ia menyelenggarakan kelas Kejar Paket B, kelompok bermain, taman bacaan masyarakat, hingga layanan untuk anak berkebutuhan khusus. Model pembelajarannya kini menjadi rujukan bagi berbagai lembaga di Indonesia.

Selain itu Syifa Urrahman, Guru Disabilitas Netra Inovatif dari Banda Aceh Beliau. Guru muda penyandang disabilitas netra ini berhasil mengembangkan dan memanfaatkan kombinasi komputer bicara untuk membantu siswa tunanetra dalam proses belajar. Ia juga menyusun modul kombina dalam huruf braille, serta versi cetak biasa untuk orang tua dan pendamping siswa.(W**)