Prabumulih, the8news.com // Dihari yang cerah, langit biru mewarnai kota Prabumulih, terdengar suara lembut dan bersahaja dari ibu -ibu yang sedang mengaiskan kuas dengan lembut diatas kain panjang 2,5meter , “santai “namun fokus menorehkan warna warna indah, Batik nanas”.
Pemilik jari-jari lembut itu adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning, yang berada di jalan simpati kelurahan patih galung Prabumulih barat . bukan sekedar kelompok wanita tani biasa ,namun ditangan mereka bisa mengubah hasil alam menjadi sesuatu yang indah dan berkah, membantu perekonomian keluarga, bahkan menjadi icon kebanggan pemerintah kota Prabumulih.
DARI LAHAN KOSONG KE BATIK MOTIF NANAS
Sebagai Ketua kelompok wanita tani (kwt ) kemuning Tri Ningsih (50) mempunyai cerita panjang tentang kain batik nanas khas kota Prabumulih serta pendampingan dari Pertamina zona 4 yang tak lelah membantu kelompok-kelompok wanita tani yang ada di wilayah zona 4 Prabumulih.
KWT Kemuning adalah salah satu kelompok binaan CSR PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih. Berawal ditahun 2019 hanya sekelompok ibu-ibu petani , Kemudian tahun 2022 KWT Kemuning mendapat kontrak CSR Pertamina selama lima tahun.
“Sebelumnya kami sempat vacum karna covid, namun di tahun 2022 akhir kami mendapat kontrak CSR Pertamina zona 4, dari situ kami mulai bangkit dengan memanfaatkan lahan kosong untuk bertanaman organik dan tanaman obat keluarga” tutur Tri Ningsih saat di wawancarai via telp pada Jumat (9/10/2026).
Puncaknya pada maret 2025 selama empat bulan penuh Tri Ningsih mengikuti pelatihan intensif membatik di Pekalongan . untuk belajar cara membuat batik, baik dari segi jenis , motif ,pewarnaan hingga selesai menjadi batik yang menawan.
” Kami memulai membuat batik motif nanas ini pada maret 2025 , kami memilih nanas, karna nanas merupakan icon kota Prabumulih. sebelumnya saya juga dikirim untuk belajar memahami corak batik ,motif dan warna nya” tambah Tri Ningsih.
Adapun tahapan pembuatan batik motif nanas ini, yang pertama dilakukan adalah memberi cap nanas terlebih dahulu di atas kain, setelah itu pemolesan warna lalu di kunci dengan waterglas selama empat jam, kemudian di ‘lorot” atau pelepasan lilin dengan air panas dan soda api barulah setelah itu dijemur .
Suatu kebanggaan tersendiri bagi KWT Kemuning, hasil karya Batik Motif Nanas telah mempunyai hak cipta sendiri.
DAMPAK NYATA DARI HASIL KARYA
Monitoring dan pendampingan terus dilakukan setiap bulannya oleh Pertamina zona 4.upaya tersebut sejalan dengan langkah Pemkot Prabumulih dalam mengangkat potensi lokal.
” Saya sangat bersyukur. Pendampingan dari Pertamina Zona 4 yang tak lelah membantu kelompok-kelompok wanita tani di wilayah Zona 4 Prabumulih , inilah yang membuat kami bisa sampai di titik ini. Dari kelompok ibu ibu rumahan , kini kami bisa membuat motif batik yang jadi souvenir kota,” ucap Tri Ningsih dengan bangga.
Perhatian Pemerintah Kota Prabumulih terhadap KWT Kemuning juga tak kalah besar. Wali Kota Prabumulih beserta jajaran dan dinas terkait memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan kelompok binaan Pertamina zona 4 ini
Ketua TP-PKK Kota Prabumulih, Ibu Linda Arlan , telah memesan 35 picis kain batik motif nanas karya KWT Kemuning untuk dijadikan souvenir kebanggaan pada peringatan HUT Kota Prabumulih ke-25 Tahun 2026.
“Alhamdulillah ibu walikota telah memesan 35 piecis kain batik motif nanas pada HUT kota Prabumulih tahun inj untuk souvenir, ini bukan sekedar pesanan namun ini adalah sebuah pengakuan “, ungkap Tri.
ENERGI YANG MENGHIDUPKAN
Bagi PHR Zona 4, memproduksi Minyak dan gas untuk ketahanan energi nasional adalah tugas utama,Namun , menyalakan energi kehidupan di dalam diri masyarakat sekitar daerah operasi adalah komitmen moral yang tak terpisahkan.
Bersamaan dengan operasi hulu migas, PEP Prabumulih Field melaksanakan sejumlah program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kota Prabumulih. Misalnya, program Rumah Inovasi Daur Ulang Sampah Residu Anorganik (Rindu Resik) di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai.
Bersama Kelompok Pusat Daur Ulang (PDU), PEP Prabumulih Field mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi. Pada program tersebut, perusahaan melibatkan kelompok rentan, meliputi pemulung, lansia, dan perempuan.
Saat matahari mulai bergeser ke barat kain kain motif nanas berwarna cerah dijemur berjajar dan berkibar di tiup angin kota Prabumulih adalah bukti nyata bahwaketika sebuah perusahaan tumbuh bersama komunitasnya, kesejahteraan bukan lagi sekedar impian.
Erni Novianti

