KBRI Den Haag Terima Sulaman Kapalo Samek, Padang Pariaman

KBRI Den Haag Terima Sulaman Kapalo Samek, Padang Pariaman

07-10-2026

 

DEN HAAG, BELANDA — Perjalanan Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman di Eropa terus berlanjut. Setelah tampil memukau dalam rangkaian Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Antwerp dan Brussels, Belgia, warisan kriya khas Padang Pariaman itu kini tiba di Belanda.

 

Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, menyerahkan karya Sulam Kapalo Samek kepada Wakil Kepala Perwakilan KBRI Den Haag, Mariska Dwianti Dhanutirto, di Den Haag, Selasa (6/10/2026).

 

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis memperluas diplomasi budaya sekaligus membuka ruang promosi bagi produk kriya dan UMKM Padang Pariaman di tingkat internasional.

 

Jika di Belgia Sulam Kapalo Samek mendapat panggung melalui ICWB 2026 dan diperkenalkan melalui kolaborasi dengan desainer nasional Itang Yunaz, maka di Belanda perjalanan tersebut diarahkan pada penguatan jejaring promosi dan keberlanjutan karya para perajin.

 

Ny. Nita Christanti Azis menyampaikan, kehadiran Sulam Kapalo Samek di Eropa bukan sekadar membawa sebuah produk kerajinan, tetapi membawa identitas, cerita, dan kekayaan budaya Padang Pariaman ke tengah masyarakat internasional.

 

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui langkah tersebut, yakni menjaga dan melestarikan budaya, memperkenalkan serta mempromosikan produk UMKM Padang Pariaman, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para perajin.

 

“Yang kami bawa bukan hanya sulaman, tetapi juga identitas dan budaya Padang Pariaman. Kami ingin warisan ini tetap hidup, dikenal lebih luas, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para perajinnya,” ujar Ny. Nita.

 

Menurutnya, perjalanan Sulam Kapalo Samek ke Eropa harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem yang lebih kuat. Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga bentuk dan motif tradisional, tetapi juga harus memastikan bahwa para perajin memiliki masa depan dan generasi muda tertarik untuk meneruskannya.

 

Hal tersebut sejalan dengan pengalaman selama berada di Belgia. Sulam Kapalo Samek tidak hanya diposisikan sebagai produk tradisional, tetapi dikembangkan melalui pendekatan desain dan fesyen sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Dalam ICWB 2026, sejumlah karya Sulam Kapalo Samek ditampilkan dalam rancangan busana yang dikembangkan bersama desainer nasional Itang Yunaz. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa warisan kriya tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter dan identitas budayanya.

 

Sebelumnya, pada 2 Oktober 2026, Sulam Kapalo Samek juga telah diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Andy Rachmianto, untuk menjadi bagian dari koleksi yang dipajang di KBRI Brussels. Kehadiran karya tersebut kemudian dilanjutkan dengan tampilnya Sulam Kapalo Samek dalam ICWB 2026 di Antwerp.

Anas pilihan