Ketum KONI Padang Pariaman Ingatkan OPD Perkuat Koordinasi Demi Kemajuan Olahraga Daerah
Padang Pariaman, 10 Juni 2026 – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Padang Pariaman, Asmadi, menyampaikan pesan penting kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam pertemuan koordinasi yang digelar di ruang rapat kantor KONI , ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan dan penyelenggaraan kegiatan olahraga tidak dapat berjalan maksimal tanpa kerja sama yang solid antar berbagai pihak terkait.
Menurut Asmadi, olahraga merupakan salah satu sektor strategis yang tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter generasi muda, menjaga kesehatan masyarakat, dan bahkan mendongkrak citra daerah.
Oleh karena itu, ia mengajak agar setiap OPD yang memiliki keterkaitan dengan urusan pemuda dan olahraga tidak bekerja secara sendiri-sendiri, melainkan saling berkomunikasi dan menyelaraskan program kerja yang telah disusun.
“Kita sering melihat banyak kegiatan olahraga yang berjalan kurang optimal karena kurangnya sinkronisasi. Ada program yang tumpang tindih, ada juga yang kekurangan dukungan fasilitas maupun pendanaan hanya karena tidak ada komunikasi yang baik antar instansi,” ujar Asmadi di hadapan para kepala OPD.
Ia menambahkan bahwa peran masing-masing instansi memiliki porsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat.
Lebih lanjut, Ketum KONI tersebut menjelaskan bahwa KONI berperan sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan atlet, pembinaan pelatih, serta penyusunan sistem kejuaraan. Sementara itu, dukungan berupa anggaran, penyediaan sarana prasarana, serta dukungan administratif dan kebijakan sangat diharapkan dapat diwujudkan melalui peran aktif dinas-dinas terkait. Koordinasi yang terjalin dengan baik akan membuat setiap anggaran yang dikeluarkan menjadi lebih tepat sasaran dan memberikan hasil yang nyata.
Asmadi juga menyebutkan bahwa Padang Pariaman memiliki potensi atlet yang sangat besar di berbagai cabang olahraga, baik yang bersifat tradisional maupun modern. Namun, potensi tersebut belum dapat digali secara maksimal jika tidak ada kesepahaman bersama antara KONI, dinas pemuda dan olahraga, dinas pendidikan, dinas kesehatan, maupun instansi lain yang memiliki kewenangan dalam mendukung kegiatan olahraga tersebut.
“Misalnya, dalam hal pembinaan usia dini, peran dinas pendidikan sangat krusial karena atlet muda sebagian besar masih berada di lingkungan sekolah. Begitu pula dengan dinas kesehatan yang dapat membantu memantau kondisi fisik atlet, serta dinas pekerjaan umum yang bertanggung jawab atas ketersediaan lapangan dan tempat latihan yang layak,” jelasnya lagi. Ia berharap setiap pertemuan koordinasi dapat dijadikan sarana untuk menyelesaikan hambatan secara bersama-sama.
Pernyataan ini disambut baik oleh para peserta rapat yang hadir. Beberapa cabang olah raga menyatakan komitmennya untuk lebih mempererat hubungan kerja dengan KONI dan instansi lainnya. Mereka sepakat bahwa kemajuan olahraga di daerah ini adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kesadaran bersama agar generasi penerus dapat meraih prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Di akhir sambutannya, Asmadi berharap agar pesan yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius dan segera diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia berkeyakinan bahwa dengan koordinasi yang kuat, transparan, dan saling mendukung, Padang Pariaman akan mampu mencetak lebih banyak atlet andalan dan menjadikan olahraga sebagai salah satu kebanggaan utama masyarakat kabupaten ini di masa mendatang.
Anas Pilihan

