Lagi-lagi Proyek Aspirasi Dewan di Kerjakan Asal-asalan, Mana Tindakan Dinas Perkim

MUBA, The8news.com – Lagi lagi proyek Aspirasi Dewan Musi Banyuasin tepatnya di wilayah kecamatan Lais, di kerjakan asal-asalan tidak sesuai sebagaimana mestinya. Bagaimana tingkat pengawasan dari Dinas PERKIM Muba, terhadap dengan pengerjaan pihak pemborong.

Seperti bangunan Gedung Serbaguna di desa Teluk , belum di gunakan sudah mengalami kerusakan , di mana lantai dan dindingnya retak retak patah. Perbaikan nya hanya di tutup dengan polesan adukan semen, kualitas kekuatannya sangat menghawatirkan akan kembali mengalami keretakan. Hal ini sesuai dengan komentar narasumber pada berita sebelum.

Kali ini pengerjaan pembangunan atap Musolah Bakti di dusun 1 Desa Epil kecamatan Lais , juga di kerjakan asal asalan .Pasalnya baru beberapa bulan selesai dikerjakan, bangunan atapnya nyaris ambruk. Dua bangunan di atas tersebut merupakan aspirasi anggota dewan kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Oleh karena itu banyak pihak sangat menyangkan Pekerjaan pembangunan Musholla Bakti ini.

” Sangat disayangkan sejumlah pihak. kondisi bangunan atap musolah ini ,dimana kerangka besinya sudah ada yang melengkung bahkan sudah ada yang patah dan nyaris roboh”, ujar salah satu anggota BPD Desa Epil didampingi beberapa warga yang menyesalkan bangunan tersebut.

Menurutnya dan beberapa warga setempat lainnya, pekerjaan yang di kerjakan oleh pihak kontraktor ini , tidak sesuai sebagaimana mestinya, dimana atap yang di pasang sama rata dan kerangka besi yang di pasang , kekuatannya sangat menghawatirkan.

” Bangunan yang di kerjakan pihak pemborong bernama Chandra ini , tidak sesuai spesifikasi, karena pemasangan atapnya antara pangkal dan ujung itu datar, sehingga ketika hujan turun air di atas atap tidak mengalir menyebabkan bangunan nyaris ambruk, lihat saja Air nya tergenang di atas atap ”, kata Nazopa salah satu anggota BPD Desa Epil.

Lanjutnya, bangunan atap musolah ini kalau tidak kami sangga dengan kayu ( pasang tiang) sudah terjadi ambruk, karena tidak kuat menahan beban air hujan yang tergenang di atas atap.

” Dalam hal ini, kami sudah berupaya agar atap bangunan ini tidak ambruk dan sudah kami laporkan kepada kepala desa Epil, serta kami juga sudah berusaha untuk memberitahukan ke pihak pemborongnya yakni Chandra, namun saat di hubungi melalui telp, hp nya tidak aktif, begitulah sipat Chandra ketika di hubungi sangat sulit bahkan tidak dapat di hubungi, coba kalau dia perlu sama saya kerang kring telepon saya”, imbuhnya.

” Padahal sebelumnya saat tukang melakukan pekerjaan ini sudah kami peringatkan agar pemasangan atap tersebut di miringkan jadi ketika hujan, air dapat mengalir”, tambah salah satu warga lainnya.

Menurutnya , pengerjaan pembangunan hususnya pemasangan atap ini di kerjakan asal asalan, tidak sesuai sebagaimana mestinya, tapi pekerjaan bangunan lainnya termasuk bagus.

” Bangunan menggunakan dana APBD tidak bisa asal asalan, harus sesuai aturan, apa lagi pasilitas umum seperti Musholla , harus di kerjakan sesuai specifikasi ”, katanya.

Senada , yang disampaikan bendahara musholla. Abroni , bangunan ini kalo tidak salah di kerjakan pada bulan November tahun 2023. Informasi yang saya dapat bangunan ini di bangun melalui pokok pikiran ( pokir) salah satu anggota DPRD Muba. Sungguh sangat kani sayangkan baru beberapa bulan sudah hampir ambruk.

“Sangat disayangkan ya, bangunan atap musolah ini baru di bangun sudah mengalami kerusakan, kalau memang benar bangunan ini dana aspirasi dewan ,harusnya bangunannya lebih bagus”, sesalnya.

Kami menyesalkan dengan pekerjaan pembangunan atap musholla ini, pasalnya baru beberapa bulan di bangun sudah rusak, kerangka besinya ada yang patah dan nyaris roboh

” Bangunan seperti ini , kami sebagai masyarakat sangat kecewa dan sangat menyayangkan, pengerjaan atap musholla ini tidak sebagaimana mustinya. Apalagi, melalui dana pokir dewan harus dikerjakan sebagus mungkin, bukan sebaliknya,”sesalnya

“Kita berharap kepada pihak terkait, sebelum ambruk dan terjadi hal hal yang tidak di inginkan, pekerjaan pembangunan ini agar ditindaklanjuti dan segera di lakukan perbaikan, ,”pintanya.

Semantara itu , pihak Perkim Musi Banyuasin Indra saat di hubungi media ini melalui via telp dan WhatsApp ke no 0812 7157 **** sampai berita ini di tayangkan kedua kalinya masih belum ada tanggapan dan Kepala Dinas PERKIM kab Muba M Ridho saat di hubungi melalui WhatsApp di no 0813 680***** juga tidak ada respon. (*)

Post by Wan