Luar Biasa! 18 Siswa SMPN 1 V Koto Timur Tidak Naik Kelas, orang Tua murid kecewa
2025-07-29 the8news.com
PadangPariaman— Fenomena mencengangkan terjadi di SMP Negeri 1 V Koto Timur. Sebanyak 18 orang siswa dinyatakan tidak naik kelas pada tahun ajaran 2024/2025.
Jumlah ini dinilai cukup besar dan menjadi sorotan warga serta orang tua murid.
Menurut informasi yang dihimpun, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi akademik dan kehadiran siswa selama proses pembelajaran. Pihak sekolah menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk menegakkan disiplin dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami mengambil keputusan ini demi kepentingan pendidikan jangka panjang siswa. Evaluasi dilakukan secara objektif,” ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, beberapa orang tua murid mengaku terkejut dan kecewa, namun sebagian lainnya menerima keputusan tersebut dengan harapan anak-anak mereka bisa lebih bersemangat belajar ke depannya.
Kasus ini pun memunculkan berbagai reaksi di tengah masyarakat. Banyak pihak berharap Dinas Pendidikan setempat turun tangan mengevaluasi sistem pembelajaran dan pembinaan siswa di sekolah tersebut.
Sejumlah pemerhati pendidikan di daerah V Koto Timur menyayangkan terjadinya jumlah siswa tidak naik kelas sebanyak itu. Menurut mereka, angka 18 siswa dari satu sekolah menunjukkan adanya persoalan serius, baik dari sisi motivasi belajar siswa, metode pembelajaran guru, maupun peran orang tua di rumah.
“Ini bukan hanya soal anak malas belajar. Bisa jadi karena pola pengajaran yang kurang adaptif, atau bahkan kurangnya pendekatan personal terhadap siswa yang mengalami kesulitan,” ungkap Rini Yuliza, seorang aktivis pendidikan lokal.
Pihak Komite Sekolah juga dikabarkan tidak menggelar pertemuan khusus dengan pihak sekolah dan orang tua siswa guna mencari solusi dan evaluasi menyeluruh.
Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman pun didesak untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini. Tidak hanya sekadar menerima laporan, namun juga melakukan investigasi menyeluruh apakah sistem pembinaan di sekolah sudah berjalan efektif, serta bagaimana kualitas pengawasan terhadap perkembangan belajar siswa bahkan utusan kabid sudah turun ke SMP 1 namun hasil orang tua siswa kecewa karena tidak di ikut sertakan.
Saat di konfirmasi Plt kadis pendidikan padang pariaman mengatakan akan menyelesaikan permasalahan ini dengan pihak guru dan orang tua siswa
Dari investasi media bahwa terlalu banyak yang harus di evaluasi, mulai dari pungli uang kas, perilaku oknum guru, serta tidak Tranparannya pihak sekolah di dalam pengelolaan sekolah bahkan lebih jauh pihak sekolah tidak takut dengan siapapun termasuk demo orang tua pun tantang.
Hal demikian sangat bertentangan dengan suran edaran menteri pendidikan, gubernur Sumbar serta edaran bupati padang pariaman
Di tengah semangat peningkatan mutu pendidikan nasional, peristiwa ini menjadi refleksi bahwa masih ada tantangan besar di lapangan, terutama dalam hal membentuk budaya belajar yang sehat, dukungan emosional, serta keterlibatan tiga pilar utama pendidikan: sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Anas Pilihan

