Musi Banyuasin .The8news.com // Suasana ruangan Puskesmas Lais di Musi Banyuasin tidak seperti biasanya. Dua puluh satu orang duduk melingkar. Bukan pasien. Mereka kader TB,yang terdiri dari Ibu rumah tangga, guru ngaji, ketua RT.
Hari itu mereka belajar jadi detektif sekaligus sahabat bagi pasien tuberkulosis,ini bukan pelatihan biasa.KKKS Medco E & P Rimau bersama Medco Foundation sengaja datang membawa Stop TB Partnership Indonesia sebagai mentor.Targetnya besar: Eliminasi Tuberkulosis 2030. Namun caranya dimulai dari hal kecil, dari percakapan di warung, dari kunjungan rumah ke rumah.
*Bukan sekedar Dengar,Tapi Praktik*
Materinya tidak cuma teori. Tapi para kader diajak role play Bagaimana cara ngomong ke tetangga yang batuk berbulan-bulan tapi takut ke puskesmas. Bagaimana mendampingi pasien yang putus obat karena malu dikucilkan. Lewat studi kasus, mereka belajar jadi pendengar yang baik sekaligus penyambung informasi yang benar.
“Kalau cuma dikasih slide, besok lupa, Kalau dipraktikkan gini, jadi kebayang harus ngomong apa di lapangan,”ucap salah satu peserta.
*Dua suara satu tujuan*
Kepala Puskesmas Lais, Leli Hefni, SKM.M,Kes, mengatakan kader TB ini ujung tombak, tapi sering luput dari perhatian. Dengan pelatihan dari Medco, mereka dapat ilmu baru dan yang penting: motivasi,” ujarnya.
Sementara itu Novita Ambarsari yang mewakili Manager Field Relation & Community Enhancement menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap masyarakat bukan hanya dari aspek ekonomi tetapi juga kesehatan.
“Perhatian kami bukan cuma di ekonomi. Kesehatan komunitas di wilayah operasi itu tanggung jawab juga. Pelatihan kader TB ini investasi kami untuk masyarakat yang lebih sehat,” kata Novita.
* Langkah kecil untuk target besar *
Eliminasi TB 2030 terdengar jauh. Tapi di Lais, target itu diterjemahkan jadi langkah nyata: 21 kader yang kini lebih percaya diri mengetuk pintu, bertanya tentang batuk, dan mendampingi pengobatan sampai tuntas.
Medco E&P dan Medco Foundation percaya, perang melawan TB tidak akan menang kalau hanya dokter dan obat yang maju ke medan perang. Butuh warga yang peduli. Butuh kader yang tidak lelah mengingatkan: TB bisa disembuhkan, asal tidak sendirian.
Dan Jumat di akhir tahun 2025 bertempat di Puskesmas Lais, 21 orang pulang dengan bekal baru. Bukan cuma modul, tapi keyakinan bahwa mereka bisa jadi bagian dari sejarah: generasi yang mengantar Indonesia bebas TB.
DHE

