# Proyek Aspirasi Dewan, Belum Dipungsikan Kondisinya Sudah Retak-retak, Perbaikannya Hanya Ditutupi dengan Adukan Semen.
MUBA, The8news.com – Terkait pekerjaan pembangunan gedung serba guna di Desa Teluk kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang disayangkan banyak pihak ,karena kondisi bangunannya belum dipungsikan sudah mengalami retak-retak di bagian lantai dan dinding.
Proyek pembangunan menggunakan dana APBD tahun 2023 ini . Kini bangunan tersebut sudah di perbaiki , namun pengerjaan perbaikan bangunan yang retak itu, diguga masih kurang maksimal untuk kekuatannya dalam mengantisipasi terjadinya keretakan kembali , sebab pengerjaannya, menurut ketua ormas LMP kecamatan Lais, dari pantauan di lokasi , pekerja yang di lakukan ini tidak sesuai bestek, hanya menutupi bagian yang retaknya saja, namun kekuatannya tidak memadai , sebab cara pasang besi pelat liter EL yang panjang nya lebih kurang 15-20 centimeter , itu besinya tidak diikat dengan besi tiang, besi L hanya dikaitkan pada lobang Boor, lalu di tampal plasteran dan lantai nya ada sedikit yang di bobok/di bongkar, selebihnya ditambah adukan plasteran.
Dimana tanah timbunan bagian belakang tidak di pasang penahan /cerucut dan jaraknya sangat singkat dari bangunan ,lama lama habis terbawa erosi, bangunan akan terjadi retak kembali.
” Kalo sudah begitu pondasi akan turun dan bangunan ikut turun jadi retak lagi”, imbuhnya.


Hendro selaku pengawas tukang saat dibincangi media ini mengatakan, dalam hal pekerjaan ini kami hanya mengerjakan sesuai dengan instruksi atau perintah dari pihak pemborong yakni Ari. Pekerjaan bangunan ini bukan kita tukang bangunan yang pertamanya, kami hanya di minta untuk memperbaiki yang bagian retak retaknya saja , seperti lantai dan dinding bangunan.
” Kami mengerjakan apa yang di instruksikan/diperintahkan oleh bos memperbaiki bangunan bagian yang retak retak, tidak adak perintah bongkar dan pasang batu baru”, ujarnya.
Saat diminta pendapat penyebab terjadinya retak – retak ini, menurutnya besar kemungkinan penyebabnya karena tanah timbunan bangunan ini masih labil , kurang siram air ,hingga longsor /merosot turun. Kemungkinan juga pondasinya yang paling pinggir merupakan pondasi tipu- tipuan dan stik besi dinding pinggir yang tegak lurus juga tidak sampai keatas, dimana saat hujan tanah timbunannya yang masih labil tergerus banjir sehingga merenyak turun serta dindingnya bergeser hingga terjadi retak.
” Andaikan saja saya yang mengerjakan proyek ini dari awal, berdasarkan pengalaman selama ini ,saya jamin bangunannya kuat, tidak retak seperti ini”, jelasnya. (16/3/24)
Ditempat yang sama ,Arzi yang merupakan pengawas lapangan dari dinas Perkim Musi Banyuasin mengatakan untuk pondasi bangunan ini saya jamin sesuai aturan karena saya sendiri yang mengecek dan mengawasinya, kecuali pondasi sebelah belakang sebab saat saya mengawasinya pondasi pinggir sebelah belakang itu belum di kerjakan.
Menurut Arzi retaknya bangunan ini karena tanah timbunannya tergerus banjir sehingga merenyak turun membuat kekuatan pondasi bagian belakang berkurang, dimana tanah timbunan sebelah belakang bangunan jaraknya tidak begitu jauh dari pondasi bangunan, ” Seharusnya dinding bangunan yang retak dan patah ini di bongkar pasang batu baru dan pertahan pondasi sebelah belakang ditambah agar kuat menahan beban, Katanya.
Semantara itu , Della selaku PPTK saat di bincangi diruang kerjanya, Senin (11/3/24) mengatakan untuk perbaikan bangunan yang retak pada bangunan itu, kami akan memanggil pihak pemborong/ pihak CV Bangun Mandiri dan kami akan mencairkan asuransi bangunan itu agar di perbaiki oleh pihak CV Bangun Mandiri.
Karena kerusakan pada bangunan itu retak pada dindingnya agak parah jadi Perbaiki bangunan yang retak tersebut , dindingnya harus dibongkar dan di pasang batu baru lagi , sebab kalo tidak begitu bangunan itu dikhawatirkan nantinya akan kembali retak. Kenapa begitu ? Karena tanah timbunan yang ada sekarang ini, tidak menutup kemungkinan bisa kembali merenyak tergerus banjir. ” Kita sudah berkali kali memanggil pihak CV, namun sepertinya sulit sekali menemui kita, bangunan yang retak retak itu bila tidak di perbaiki secara benar bisa jadi retak kembali, dan asuransinya tidak saya cairkan ” berijolah die”, ungkap Dela dengan nada kesal.
Masih kata Dela , proyek pembangunan itu merupakan aspirasi salah satu anggota DPRD Muba, dan dari awal proyek itu banyak masalah mulai dari pembebasan tanah lahannya, semantara kami berhadapan dengan anggota dewan tidak berdaya, keluhnya. (*)
Post by Wan

