Pertamina Hulu Energi Jambi Merang Paparkan Keberhasilan Inovasi “SEGER”

# Inovasi “SEGER” PHE Jambi Merang Mengurangi Emisi 2.211,61 ton CO₂-eq dan Menghemat Rp. 809 juta.

MUBA, the8news.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang memaparkan inovasi lingkungan “SEGER” (Screen Guard Pre-Filter) dalam rangkaian Media Field Trip AJP 2026, di Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Pemaparan tersebut disampaikan Aprianto selaku Rotating Technician, Anastasia Dinda Environment Specialist dan Rudi Subur selaku Sr Supervisor Electrical Maintenance, usai peresmian Rumah Produksi KWT Embun Pagi, Kamis (17/9/2026).

Dijelaskannya, inovasi yang diterapkan di unit Thermal Oxidizer (TOX) Sungai Kenawang Central Gas Plant. Inovasi ini dirancang untuk mendukung pengurangan emisi sekaligus menjaga keandalan operasi produksi hulu migas.

Sebelum SEGER diterapkan, proses pembersihan filter udara pada TOX mengharuskan unit dimatikan sementara. Kondisi tersebut menyebabkan gas asam yang semestinya diproses melalui TOX dialihkan untuk dibakar melalui flare. Proses shutdown untuk pembersihan filter tersebut sebelumnya dapat terjadi hingga tiga kali dalam setahun.

Tim PHE Jambi Merang kemudian mengembangkan SEGER sebagai saringan pelindung yang dipasang di depan filter udara utama. Komponen tersebut dapat dilepas dan dibersihkan tanpa menghentikan operasi TOX.

“Berangkat dari masalah di lapangan. Kami mencari cara agar proses pembersihan lebih cepat, mudah, dan unit tetap running,” ujar Aprianto selaku Rotating Technician yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut.

Menurutnya, Sejak diterapkan pada tahun 2024 hingga 2026, inovasi SEGER tercatat berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 2.211,61 ton CO₂-eq serta menghasilkan nilai penghematan sekitar Rp809 juta.

Selain mengurangi emisi, penerapan SEGER membuat frekuensi shutdown TOX untuk pembersihan filter yang sebelumnya sekitar tiga kali per tahun menjadi nihil. Kondisi tersebut juga dinilai dapat mengurangi risiko gangguan operasi serta membantu menjaga keandalan dan umur peralatan.

Mereka juga mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan budaya continuous improvement di lingkungan perusahaan. Inovasi SEGER sudah mendapat pengakuan (Hak Paten) serta telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan memperoleh sertifikat paten, berdasarkan keterangan dalam pemaparannya.

Perusahaan juga berupaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan inovasi. Salah satunya melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Jambi, dengan membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan yang dapat diterapkan dalam kegiatan operasi maupun masyarakat sekitar wilayah kerja.

Pengembangan SEGER, tambahnya, berawal dari persoalan teknis yang ditemui langsung di lapangan. Ide tersebut kemudian dikembangkan dengan mengadaptasi konsep penyaringan pada peralatan lain, lalu disesuaikan dengan kebutuhan sistem TOX.

PHE Jambi Merang berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi terhadap operasi hulu migas yang lebih efisien sekaligus menekan dampak Lingkungan. (*)

Post by WAN