# Derap Langkah Kota Wong Kito, Ratu Dewa Ungkap Progres dan PR Besar Palembang
PALEMBANG, the8news.com – Satu tahun memimpin Palembang, Wali Kota Ratu Dewa mulai memetakan capaian sekaligus tantangan besar yang masih harus dituntaskan. Hal itu terungkap saat ia menjadi narasumber dalam Podcast Tamu Tribun bertema “Derap Langkah Kota Wong Kito” di Kantor Tribun, Rabu (6/5/2026).
Dalam sesi “flashback”, Ratu Dewa mengakui satu tahun pertama kepemimpinannya menjadi fase penting untuk meletakkan fondasi pembangunan. Ia menilai, perbedaan paling terasa dibanding sebelum dilantik adalah tanggung jawab yang kini harus dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar konsep.
“Kalau dulu merancang, sekarang memastikan semua berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dari total 38 kegiatan prioritas yang dijalankan, mayoritas program strategis menunjukkan progres positif dan berada di jalur pencapaian target.
Program Palembang Sehat menjadi yang paling menonjol dengan capaian 100 persen dari tujuh kegiatan prioritas. Program ini dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan layanan kesehatan.
Sementara itu, Palembang Gercep juga mencatat capaian optimal 100 persen, meski masih perlu penguatan pemahaman di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, beberapa program masih menjadi pekerjaan rumah. Palembang Cerdas baru terealisasi sekitar 42,88 persen, karena masih dalam tahap penyiapan administrasi dan regulasi, termasuk implementasi pendidikan gratis tanpa pungutan.
Adapun Palembang Peduli telah mencapai 87,5 persen, dengan fokus pada bantuan sosial seperti layanan perlengkapan jenazah gratis bagi masyarakat kurang mampu. Sedangkan Palembang Belagak mencatat progres 88,88 persen, terutama dalam pengembangan kota budaya, kampung tematik, dan pemerataan tempat pemakaman umum (TPU).
Sebagai kota jasa dan perdagangan, Ratu Dewa menegaskan program yang dijalankan harus berdampak langsung ke masyarakat kecil, seperti pedagang pasar, UMKM, hingga pekerja sektor informal.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada ikon kota seperti Jembatan Ampera dan Sungai Musi. Pemerintah kota terus mendorong langkah cepat (quick wins) untuk meningkatkan kebersihan sungai dan daya tarik pariwisata.
“Kita ingin Palembang bukan hanya cantik, tapi juga bersih dan nyaman,” tegasnya.
Dalam sesi kritik dan solusi, Ratu Dewa tidak menampik keluhan warga yang masih didominasi persoalan banjir, sampah, kemacetan, hingga layanan publik.
Ia menyebut penanganan banjir, khususnya di wilayah Jakabaring dan Seberang Ulu, membutuhkan desain besar (grand design) yang tidak bisa selesai dalam waktu singkat.
“Ini bukan kerja satu tahun, tapi butuh konsistensi jangka panjang,” katanya.
Di tengah keterbatasan APBD, Pemkot Palembang mengandalkan strategi efisiensi anggaran serta membuka peluang investasi untuk mempercepat pembangunan tanpa menambah beban utang.
Ratu Dewa juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi. Ia menegaskan komitmennya dalam menegakkan disiplin ASN serta memberantas praktik pungli dan “main mata” proyek.
Di sisi lain, pengembangan konsep Smart City terus didorong, termasuk penyediaan layanan digital bagi masyarakat seperti pelaporan jalan rusak, pembayaran pajak, hingga pengurusan administrasi kependudukan secara daring.
Menutup sesi, Ratu Dewa menyebut satu tahun pertama adalah “pemanasan” menuju target besar empat tahun ke depan. Ia berharap dapat mewariskan kota yang lebih maju, responsif, dan inklusif.
“Palembang harus menjadi kota yang nyaman untuk semua baik warga maupun pendatang,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya mengkritik, tetapi ikut berkontribusi membangun kota.
“Palembang ini milik kita bersama. Kalau mau maju, semua harus terlibat,” tandasnya. (*)

