MURATARA,The8news.com– Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara pelepasan siswa kelas VI SD Negeri Tanjung Beringin Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di halaman sekolah, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dari sanggar tari anak-anak yang menghibur para tamu undangan dan wali murid yang hadir.
Turut hadir dalam acara itu Kepala Desa Tanjung Beringin Arias, perangkat desa, anggota BPD, dewan guru, Ketua Komite,wali murid, serta seluruh siswa-siswi SD Negeri Tanjung Beringin.
Kepala SD Negeri Tanjung Beringin, Eti Fatriana, S.Pd., mengatakan pelepasan siswa kelas VI merupakan momen penting bagi sekolah dan orang tua setelah enam tahun mendampingi proses pendidikan para siswa
.
“Hari ini kami melepas siswa-siswi kelas VI. Atas nama seluruh dewan guru, saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada kami selama enam tahun terakhir,” ujar Eti dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembelajaran terdapat kekurangan maupun kekhilafan dari para guru.
“Kami mohon maaf apabila selama mendidik dan membimbing anak-anak terdapat kesalahan maupun kekurangan. Semua yang kami lakukan semata-mata untuk mendidik mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Eti turut mengapresiasi dukungan para wali murid dan komite sekolah yang telah bekerja sama sehingga acara pelepasan dapat terlaksana dengan baik.
Kepada para siswa, Eti berpesan agar tidak berhenti menuntut ilmu dan terus berjuang meraih cita-cita.
“Pelepasan ini bukanlah akhir dari perjalanan kalian, melainkan langkah awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Teruslah mengejar cita-cita setinggi bintang di langit, namun tetaplah rendah hati dan hormati orang tua serta guru,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Beringin, Arias, mengajak para orang tua untuk melanjutkan pendidikan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.
“Anak-anak yang tamat hari ini harus terus melanjutkan sekolah. Orang tua juga harus memperhatikan pergaulan mereka agar terhindar dari narkoba, perjudian, dan berbagai kenakalan yang dapat merusak masa depan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, wali kelas VI, Mika, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 37 orang telah dinyatakan lulus.
“Tanggal 2 Juni lalu siswa sudah menerima surat keterangan lulus. Alhamdulillah sebanyak 37 siswa dinyatakan lulus seluruhnya,” ujarnya.
Mika juga menyampaikan permohonan maaf kepada para wali murid apabila selama proses pendidikan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Jika selama mendidik anak-anak bapak dan ibu kami pernah menegur, memarahi, atau memberikan tindakan disiplin, yakinlah itu bukan karena kebencian, melainkan bentuk kasih sayang kami agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Ketua Komite Sekolah, Muas, ST, mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik anak-anak mereka selama enam tahun.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah mendidik dan membimbing anak-anak kami. Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal perjalanan mereka menuju pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini terdapat kesalahan dari pihak wali murid maupun orang tua siswa.
Selain pelepasan siswa kelas VI, acara tersebut juga dirangkai dengan perpisahan salah satu guru senior, Samsuri,yang akan berakhir memasuki Purna tugasnya yang telah mengabdikan diri sebagai pendidik di SD Negeri Tanjung Beringin selama kurang lebih 35 tahun.
Momen perpisahan Samsuri menjadi bagian yang paling mengharukan dalam kegiatan tersebut. Tangis haru terlihat dari sejumlah guru, siswa, dan wali murid yang hadir. Sosok Samsuri dikenal luas sebagai guru yang telah melahirkan banyak generasi sukses di Desa Tanjung Beringin.
Tak sedikit wali murid yang hadir merupakan mantan murid Samsuri saat masih menempuh pendidikan di bangku SD. Pengabdian panjangnya selama puluhan tahun meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat. (Wancik)

