Palembang, The8news.com | Diduga SMA Negeri 13 Kota Palembang Melakukan Pungutan Liar (Pungli) sebesar Rp.425.000 dan tidak disertai kwitansi maupun tanda terima lainnya .
Adapun info dari salah satu wali siswa yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan , pungutan Uang sebesar Rp.425.000 itu untuk ,Asuransi dan kartu pelajar (3ThX70.000) Rp.210.000, Buka Buku rekening Bank Tabungan Simpanan Pelajar(SIMPEL) Rp.100.000, Simpanan Pokok Koperasi Rp.50.000, Sampul Raport Rp. 65.000 terangnya,minggu (29/01/2023) dikediamannya.
” uang sebesar Rp 425 ribu tersebut untuk ,Asuransi dan kartu pelajar (3ThX70.000) Rp.210.000, Buka Buku rekening Bank Tabungan Simpanan Pelajar(SIMPEL) Rp.100.000, Simpanan Pokok Koperasi Rp.50.000, Sampul Raport Rp. 65.000 “jelasnya.
Dirinya merasa berat membayar uang tersebut namun menurutnya tidak ini di wajibkan dari pihak sekolah.
“ya kami berat juga membayarnya karna ini kan sekolah negeri, masak masih dibebankan ke orang tua, apalagi untuk asuransi dan tabungan, bukan kami tidak mau menabung,tapi kami juga banyak keperluan lainnya,” ungkapnya.
Hari salah satu aktivis di sumsel Ketika dimintai tanggapannya terkait adanya dugaan praktik praktik pungli yang ada di SMAN 13 Palembang mengatakan, jika benar adanya pungutan uang senilai Rp. 425.000 tanpa ada kwitansi atau bukti pembayaran yang sah dari pihak sekolah maka disinyalir pihak sekolah telah melakukan pungli dan itu tidak dibenarkan oleh siapapun,tegasnya.
“Apalagi salah satunya buat pembelian sampul Raport, kenapa harus dibebankan kepada peserta didik?&kenapa tidak dibebankan menggunakan dana BOS ini yang jadi pertanyaan kita”, katanya.
Ditambahkannya “Jangan jangan, pembelian sampul raport dibebankan kepada calon peserta didik namun di LPJ menggunakan dana BOS oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”ucapnya.
“Maka dari itu sambung Hari, kita selaku kontrol sosial harus mengawal dugaan pungli ini, dan ini harus diklarifikasi oleh pihak sekolah dan inspektorat Provinsi Sumatera Selatan agar info yang kita terima tidak simpang siur dan bisa kita pertanggungjawabkan”,kata Hari
Saat dikonfirmasi, Ridwan Nawawi, S.Ag. M.Si selaku kepala SMAN 13 membenarkan adanya sumbangan sebesar Rp 425.000.
“Iya memang benar uang sebesar Rp 425.000 kita minta kepada siswa, yang pertama untuk Asuransi dikarenakan banyak murid murid yang mengunakan kendaraan bermotor. Ketika ada kejadian dijalan sekolahkan tidak bisa membantu menangani atau pembiayaan kalau ada kecelakaan, “ya kalau dari anak yang orang tuanya mampu enak, tapi kalau yang tidak mampu susah. Maka inisiatif dan disetujui oleh mereka untuk diasuran sikan dan disitujuga dapat kartu pelajar”, ungkap Ridwan Nawawi diruang kerjanya , kamis (2/2/2023)
Ridwan juga mengatakan, uang asuransi itu sebesar Rp 70.000 x 3 tahun biar tidak repot untuk perpanjangan, disitu dari pihak asuransinya memberikan kartu dan katanya mereka juga akan mendapatkan kartu perpustakaan. Kemudian uang tabungan sebesar Rp 100.000, jadi anak anak yang sudah sudah diterima diperguruan tinggi negeri banyak yang tidak mengambil karena menyangkut pembiayaan.
“Jadi kita untuk mengantisipasi itu lewat tabungan yang kerja sama dengan pihak bank Sumsel dan ada MoUnya. Selama anak belum keluar dari sekolah tabungan ini tidak boleh diambil /ATMnya ditahan oleh pihak bank, siswa harus aktif menabung dan tabungan itu boleh diambil setelah mereka tamat”, jelas Ridwan
Tambah Ridwan, untuk sampul Rapot, Karena kemarin kurikulum masih K13 jadi sampai sekarang masih dalam bentuk lembaran. Maka ada sampul Rapot agar tidak tercecer, harga sampul Rapot itu Rp 65.000.
“Mengapa tidak di BoS, karena kita kemarin belum ada komite jadi kita bebankan kepada peserta didik. Karena kegitan kita banyak jadi dana Bos tidak cukup, karena dana bos itu banyak kegiatannya dan tidak bisa mengkaper itu sementara komite tidak ada jadi dibebankan kepada mereka”, tutup Ridwan
Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari Kadisdik, Maupun Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan.meski sudah dihubungi via telpon.(dn)

