Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak
30-08-2026
PADANG PARIAMAN — Duka menyelimuti keluarga dua anak yang menjadi korban terseret arus Sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Musibah yang terjadi saat ketiganya mandi di sungai tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Sebagai bentuk kepedulian dan rasa duka, Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Ny. Nita Azis, didampingi jajaran perangkat daerah Jumat malam, 28 Agustus 2026, mendatangi rumah duka kedua korban untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati JKA menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam, baik atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
“Ini adalah musibah yang tentu sangat berat bagi keluarga. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Bupati JKA.
Bupati bersama Ketua TP-PKK juga memberikan dukungan kepada keluarga korban. Di dua rumah duka yang berbeda, Bupati dan Ny. Nita Azis menyerahkan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok serta santunan uang kepada masing-masing orang tua korban.
Menurut Bupati, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga. Pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat, terutama ketika masyarakat kita mengalami musibah,” katanya.
Tiga Anak Terseret Arus Saat Mandi di Sungai
Musibah tersebut terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB. Tiga anak berusia sekitar 10 tahun diketahui mandi di Sungai Batang Nareh bersama empat orang temannya sepulang sekolah.
Saat kejadian, kondisi arus sungai menguat seiring dengan kondisi air pasang. Tiga anak kemudian terseret arus dan hilang dari pandangan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Salah seorang korban berinisial N berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke tempat aman.

