MUBA.The8news.com – Divisi Humas Polri menggelar diskusi Publik, di Hotel Aston Palembang,. Dengan Thema ” Peran Humas kewilayahan dalam memberikan pelayanan informasi publik melalui SPIT dan media, guna mensukseskan pemilu 2024″.
Kamis (25/05/2023).
Acara yang dibuka oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes pol Drs Supriyadi MM mewakili kapolda Sumsel, di Hadiri Para kasi humas polres dan Polresta jajaran Polda Sumsel.
Dengan Narasumber Kombes pol Cahyono Saputro dari Divisi Humas polri, Achmad Rizwan Kepala Dinas Kominfo Sumsel, Yenli Elmanoferi ketua Badan pengawas pemilu Sumsel dan Imam Wahyudi konsultan media.
Mapolda Sumsel melalui Kabid humas Kombes pol Drs Supriyadi MM mengatakan bahwa menjelang tahun politik 2024 peran media sangat vital. Mengacu pada pengalaman pemilu sebelumnya muncul berbagai kerawanan , seperti menyebarkan berita bohong atau hoax, ujaran kebencian atau hate speech, meningkatnya politik identitas dan kerawanan lainnya melalui media sosial, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, ujarnya.
Menyikapi hal tersebut peran serta dan kontribusi Humas polri khususnya humas di daerah Sumatera selatan, dapat memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak salah dalam mendapatkan informasi.
Maka dari itu, untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya sinergitas dan kerjasama yang baik antara polri, aparatur pemerintah, institusi atau badan terkait, peran serta awak media berkontribusi memberikan informasi kepada masyarakat.ungkapnya.
AKP Susianto M. SH, Kasi Humas polres Muba yang juga ikut dalam diskusi publik tersebut menjelaskan bahwa pentingnya dilakukan diskusi berkaitan dengan keterbukaan informasi publik dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2024.
” Dapat kita rasakan saat ini begitu dahsyatnya penyebaran-penyebaran informasi melalui media sosial, seperti tidak terbendung lagi, baik itu informasi yang positif maupun negatif”, jelasnya.
Ini adalah tugas berat bagi para pengemban fungsi humas khususnya humas polri untuk dapat menetralisir keadaan dengan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, serta mengedukasi kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi atau berita yang belum pasti kebenarannya. tambah Susianto. Pungkasnya (*).
Post wan

