Tradisi dan Wisata Bersatu dalam Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro

PALEMBANG,the8news.com – Tradisi dan wisata berpadu harmonis dalam perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Minggu (01/03/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya memadati pulau yang berada di tengah Sungai Musi tersebut untuk menyaksikan rangkaian acara puncak Tahun Baru Imlek. Berbagai pertunjukan disaji kann seperti barongsai, wayang orang, serta suara dentuman kembang api menambah kesemarakan perayaan cap go meh

Sejak sore, masyarakat Tionghoa sudah berbondong-bondong untuk melaksanakan sembahyang dan doa bersama di Klenteng. Asap dupa yang mengepul dan deretan lilin merah menciptakan suasana khidmat.

Memasuki malam hari pengunjung semakin ramai baik yang akan melakukan sembahyang maupun yang ingin menikmati wisata tahunan ini, di Mulai dengan pertunjukan barongsai dan tari liong menghibur para pengunjung, disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.

Selain menjadi momentum religius, perayaan ini juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Palembang.dan juga mengerjakan perekonomian dan UMKM masyarakat, ini bisa dilihat dari Puluhan pedagang kuliner dan suvenir tampak memenuhi area sekitar lokasi acara. Pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga berburu makanan khas Tionghoa serta hidangan tradisional Palembang.

Salah satu warga Tionghoa, Asiang (43), mengaku bersyukur dapat kembali merayakan Cap Go Meh bersama keluarga di Pulau Kemaro dan menikmati kemeriahan suasana dimana perayaan ini adalah acara tahunan jadi bener-bener dimanfaatin,ucapnya.

“Ini momen penting bagi kami untuk berdoa dan berkumpul. Senang sekali melihat banyak masyarakat dari berbagai latar belakang ikut meramaikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Joni (40), warga Muslim asal Palembang yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku rutin menghadiri perayaan tersebut setiap tahun hampir tidak pernah terlewatkan momen-momen seperti ini, jelas Joni.

“Saya datang bersama keluarga untuk melihat atraksi barongsai, musik,kuliner dan menikmati suasana keindahan pulau kemaro yang melegenda.
Menurut saya ini bagian dari kekayaan budaya kota kita. Kita hidup berdampingan dan saling menghargai,” katanya.

Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro pun menjadi simbol kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Palembang. Tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun secara turun-temurun ini tak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga memperkuat identitas kota sebagai destinasi wisata budaya yang inklusif dan beragam. (Hen)