Wawako Mulyadi: Program Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga Dorong Peningkatan Pendapatan Keluarga
21 Juli 2026
Kominfo Kota Pariaman – Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menjadi narasumber pada Pelatihan Pembuatan Rajutan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Pariaman di Aula Disperindagkop UKM, Senin (20/7/2026). Pelatihan tersebut diikuti oleh 24 peserta dan merupakan implementasi dari program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga.
Dalam paparannya, Mulyadi mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, agar mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong setiap rumah tangga memiliki usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan keterampilan yang dimiliki, diharapkan para peserta mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasaran,” ujarnya.
Ia mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan menjadi usaha yang berkelanjutan.
“Ikutilah pelatihan ini dengan serius. Jadikan keterampilan merajut sebagai peluang usaha yang mampu menambah penghasilan keluarga,” pesannya.
Mulyadi juga meminta Disperindagkop UKM Kota Pariaman untuk memberikan ruang promosi kepada para peserta melalui berbagai bazar UMKM yang digelar pada setiap kegiatan Pemerintah Kota Pariaman. Menurutnya, promosi menjadi salah satu langkah penting agar produk-produk hasil pelatihan semakin dikenal masyarakat dan memiliki pasar yang lebih luas.
Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan usaha, mampu menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian keluarga.
Pelatihan Pembuatan Rajutan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Juli 2026, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang pada kesempatan tersebut juga menyerahkan secara simbolis bantuan bahan rajutan kepada para peserta.
Salah seorang peserta, Sriyus Oktavia (25) Desa Talago Sariak, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, keterampilan merajut dapat dikerjakan di mana saja sehingga sangat cocok dijadikan usaha rumahan sekaligus mengisi waktu luang dengan kegiatan yang produktif.
” Saya tertarik mengikuti pelatihan ini karena merajut bisa dikerjakan di mana saja. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga bisa menjadi peluang usaha untuk membantu perekonomian keluarga ,” ungkapnya.
Sri menilai program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga sangat bermanfaat bagi ibu rumah tangga. Ia optimistis keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat dikembangkan bersama peserta lainnya menjadi usaha yang mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Anas pilihan

