Wira Satria Jalani Sidang Tugas Akhir di UMJ: Sorot Praktek Politik Uang pada Pemilu DPRD Padang Pariaman 2024

Wira Satria Jalani Sidang Tugas Akhir di UMJ: Sorot Praktek Politik Uang pada Pemilu DPRD Padang Pariaman 2024

JAKARTA – Wira Satria melaksanakan sidang tugas akhir program studi Magister Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ), Rabu (29/7/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Lantai 4 FISIP UMJ, berjalan pukul 10.30 hingga 12.00 WIB dalam suasana tertib dan khidmat.

 

Dalam sidang tersebut, ia mempertahankan karya tulis ilmiah berjudul: “Praktek Politik Uang dalam Pemilu Legislatif 2024 dan Implikasinya pada Perilaku Pemilih (Studi Fenomenologis Praktek Politik Uang pada Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2024)”. Penelitian ini mengangkat isu krusial yang masih menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan demokrasi di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

 

Penelitian yang disusun dengan metode studi fenomenologis ini berupaya menelaah secara mendalam bagaimana praktek politik uang terjadi, pola penyebarannya, serta dampak nyata yang ditimbulkan terhadap sikap dan pilihan masyarakat saat menggunakan hak pilihnya. Fokus kajian ini ditujukan khusus pada proses Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2024 lalu.

 

Sidang ini dipimpin langsung oleh Ketua Penguji Dr. Usni, M.Si. Sementara itu, tim penguji terdiri dari Dr. Asep Setiawan, M.A. selaku Penguji I, dan Dr. Endang Sulastri, M.Si. selaku Penguji II. Kehadiran para akademisi tersebut menjamin proses penilaian berjalan objektif, tajam, dan mengacu pada standar mutu pendidikan tinggi yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

 

Dalam pemaparannya, Wira Satria menguraikan temuan-temuan penting di lapangan, mulai dari bentuk-bentuk pemberian, alasan masyarakat menerima, hingga bagaimana hal ini menggeser pertimbangan pemilih dari kualitas calon ke imbalan sesaat. Hasil kajian ini diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pemilu, penegak hukum, maupun masyarakat luas guna mewujudkan demokrasi yang lebih bersih.

 

Sebagai tokoh yang juga dikenal aktif di lingkungan pemerintahan dan kemasyarakatan Kabupaten Padang Pariaman, kajian ini menunjukkan keprihatinan sekaligus keinginan kuat untuk berkontribusi melalui jalan ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus terbebas dari transaksi jual beli suara, karena hal itu perlahan akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Penyelenggaraan sidang ini juga menjadi bukti nyata komitmen FISIP UMJ dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga peka terhadap persoalan nyata di masyarakat. Informasi resmi terkait kegiatan akademik ini dapat diakses melalui laman institusi di pmb.umj.ac.id maupun fisip.umj.ac.id serta akun media sosial resmi @Fisip_Umj.

 

Dengan selesainya pelaksanaan sidang ini, Wira Satria berharap hasil penelitiannya dapat bermanfaat luas. Ia bertekad terus mengabdi dan menyumbangkan pemikirannya demi kemajuan ilmu pengetahuan serta terwujudnya tatanan politik yang jujur, adil, dan bermartabat, khususnya di tanah kelahirannya Kabupaten Padang Pariaman.

Anas pilihan