Musi Banyuasin

Polisi Amankan Dua Pelaku Jambret

MUBA, The8news.com – Dua orang pelaku penjambretan di Jalan Sekayu – Sukarami, Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang sempat viral di medsos, diamankan petugas kepolisian Sektor Sekayu, Sabtu, (12/12) sore.

Kedua pelaku yang diamankan petugas yakni DS (19) dan NK (16), warga Kecamatan Sekayu, Muba. Kapolsek Sekayu Iptu Ade Nurdin SH  mengatakan modus operandi yakni mengikuti sepeda motor korban Sri Damayanti (25), warga Dusun IV Desa Rantau Panjang Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Muba.

“Para pelaku ini sudah mengikuti korban, pas suasana sepi, keduanya langsung menjambret,” kata Ade Nurdin mewakili Kapolres Musi Banyuasin AKBP Erlin Tangjaya SH Sik, Minggu, (13/12).

Dijelaskannya, pelaku NK joki bawa motor, sedangkan peran DS merampas HP (melakukan penjambretan).

“Korban dipepet dari arah kiri langsung merampas handphone oppo A3S warna Merah miliknya,yang di letakkan di saku celana bagian belakang sebelah kiri,” tambahnya.

Sontak korban langsung menarik tangan pelaku sehingga sama-sama terjadi tarik menarik antara korban dan pelaku, sehingga korban tersungkur ke aspal dan menyebabkan luka-luka lecet di bagian siku tangan kiri dan lutut kaki kanan korban Sri Damayanti.

“Tarik menarik sempat terjadi, keduanya terjatuh dan langsung diamankan warga terlebih dahulu. Baru kita ke TKP setelah di informasikan oleh korban. Rencana mereka jika berhasil uang nya untuk benerin motornya,” tuturnya.

Dari kasus penjambretan ini, polisi mengamankan 1 (satu) unit handphone merk Oppo a3s warna merah dan 1 (satu) unit sepeda motor YAMAHA Mio warna putih tanpa nomor polisi.

Aku nak balek  Pak, pas di jalan HP aku teraso dirampas wong duo ikok itu, untung ado warga yang ngamankan duluan. Selang 10 menit Polisi Polsek datang pak ngamankan duo pelaku itu Pak. (Saya akan pulang Pak, saat di jalan saya merasa HP saya dirampas dua orang itu, untung ada warga yang mengamankan. 10 menit kemudian, petugas datang segera mengamankan kedua pelaku),” kata Sri.

Atas perbuatannya, keduanya dikenakan Pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke 2 KUHPidana, dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. (Irw/ril).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button